<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><rss xmlns:atom='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0' version='2.0'><channel><atom:id>tag:blogger.com,1999:blog-4045915195990991087</atom:id><lastBuildDate>Wed, 25 Apr 2012 16:43:14 +0000</lastBuildDate><category>Pramuka</category><title>Personal Site Muslim Utami</title><description>http://www.muslim-utami.co.cc</description><link>http://www.muslim-utami.co.cc/</link><managingEditor>noreply@blogger.com (Muslim Utami)</managingEditor><generator>Blogger</generator><openSearch:totalResults>91</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>25</openSearch:itemsPerPage><item><guid isPermaLink='false'>tag:blogger.com,1999:blog-4045915195990991087.post-8666454951550375995</guid><pubDate>Fri, 29 Jul 2011 08:20:00 +0000</pubDate><atom:updated>2011-07-29T16:21:45.262+08:00</atom:updated><title>Jamaah Tabligh; Menyebarkan Dakwah Menerobos Wilayah</title><description>Tanpa banyak bicara, anggota Jamaah Tabligh berkelana ke berbagai penjuru. Hanya satu tujuannya, mengajak ke jalan Allah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di kalangan aktivis gerakan Islam, tentunya nama Jamaah Tabligh bukanlah sesuatu yang baru. Jamaah Tabligh atau terjemahan secara bebasnya adalah "Kelompok Penyampai" (dalam Bahasa Arab : التبليغ جماعة ) adalah gerakan dakwah Islam dengan tujuan kembali ke ajaran Islam yang kaffah.&lt;br /&gt;Aktivitas mereka tidak hanya terbatas pada satu golongan Islam saja. Tujuan utama dari gerakan ini adalah membangkitkan jiwa spiritual dalam diri dan kehidupan setiap muslim. Jamaah Tabligh merupakan pergerakan non-politik terbesar di seluruh dunia.&lt;br /&gt;Sejarah Tabligh Tabligh &lt;br /&gt;Jama’ah Tabligh didirikan pada akhir dekade 1920-an oleh Maulana Muhammad Ilyas Kandhalawi di Mewat, sebuah provinsi di India. Nama Jama'ah Tabligh hanyalah merupakan sebutan bagi mereka yang sering menyampaikan—sebenarnya usaha ini tidak mempunyai nama, tetapi cukup Islam saja tidak ada yang lain. Bahkan Muhammad Ilyas mengatakan, “Seandainya aku harus memberikan nama pada usaha ini, maka akan aku beri nama Gerakan Iman".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Muhammad Ilyas mengabdikan hidupnya total hanya untuk Islam terjadi ketika ia melaksanakan Ibadah Haji kedua-nya pada tahun1926. Maulana Ilyas menyerukan slogannya, ‘Aye Musalmano! Musalman bano’ (dalam bahasa Urdu), yang artinya ‘Wahai umat Muslim! Jadilah muslim yang kaffah!”&lt;br /&gt;Tabligh resminya bukan merupakan kelompok atau ikatan, tapi gerakan muslim untuk menjadi Muslim yang menjalankan agamanya, dan hanya satu-satunya gerakan Islam yang tidak memandang asal-usul mahdzab atau aliran pengikutnya.&lt;br /&gt;Perkembangan Jamaah Tabligh&lt;br /&gt;Dalam waktu kurang dari dua dekade, Jamaah Tabligh cepat meluas di Asia Selatan. Sifatnya yang cenderung menghindari politik membuatnya tidak mengalami kesulitan berarti dalam menerobos batasan-batasan negara dan teritorial.&lt;br /&gt;Dengan dipimpin oleh Maulana Yusuf—putra Maulana Ilyas, gerakan ini mulai mengembangkan aktivitasnya pada tahun 1946, dan dalam waktu 20 tahun, penyebarannya telah mencapai Asia Barat Daya dan Asia Tenggara, Afrika, Eropa, dan Amerika Utara.&lt;br /&gt;Sekali terbentuk dalam suatu negara, Jamaah Tablih mulai membaur dengan masyarakat lokal. Meskipun negara Barat pertama yang berhasil dijangkau Tabligh adalah Amerika Serikat, tapi fokus utama mereka adalah di Britania Raya, mengacu kepada populasi padat orang Asia Selatan disana yang tiba pada tahun 1960-an dan 1970-an.&lt;br /&gt;Jamaah ini mengklaim mereka tidak menerima donasi dana dari manapun untuk menjalankan aktivitasnya. Biaya operasional Tabligh dibiayai sendiri oleh pengikutnya. Tahun 1978, Liga Muslim Dunia mensubsidi pembangunan Masjid Tabligh di Dewsbury, Inggris, yang kemudian menjadi markas besar Jama’ah Tabligh di Eropa. Pimpinan mereka disebut Amir atau Zamidaar atau Zumindaar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terkenal dengan khuruj&lt;br /&gt;Markas internasional pusat tabligh adalah di Nizzamudin, India. Kemudian setiap negara juga mempunyai markas pusat nasional, dari markas pusat dibagi markas-markas regional/daerah yang dipimpin oleh seorang Shura. Kemudian dibagi lagi menjadi ratusan markas kecil yang disebut Halaqah. Kegiatan di Halaqah adalah musyawarah mingguan, dan sebulan sekali mereka khuruj selama tiga hari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Khuruj adalah meluangkan waktu untuk secara total berdakwah, yang biasanya dari masjid ke masjid dan dipimpin oleh seorang Amir. Orang yang khuruj tidak boleh meninggalkan masjid tanpa seizin Amir khuruj. Tapi para karyawan diperbolehkan tetap bekerja, dan langsung mengikuti kegiatan sepulang kerja.&lt;br /&gt;Sewaktu khuruj, kegiatan diisi dengan ta'lim (membaca hadits atau kisah sahabat, biasanya dari kitab Fadhail Amal karya Maulana Zakaria), jaulah (mengunjungi rumah-rumah di sekitar masjid tempat khuruj dengan tujuan mengajak kembali pada Islam yang kaffah), bayan, mudzakarah (menghafal) 6 sifat sahabat, karkuzari (memberi laporan harian pada amir), dan musyawarah. Selama masa khuruj, mereka tidur di masjid.&lt;br /&gt;Aktivitas Markas Regional adalah sama, khuruj, namun biasanya hanya menangani khuruj dalam jangka waktu 40 hari atau 4 bulan saja. Selain itu mereka juga mengadakan malam Ijtima' (berkumpul), dimana dalam Ijtima' akan diisi dengan Bayan (ceramah agama) oleh para ulama atau tamu dari luar negeri yang sedang khuruj disana, dan juga ta'lim wa ta'alum.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setahun sekali, digelar Ijtima' umum di markas nasional pusat, yang biasanya dihadiri oleh puluhan ribu umat muslim dari seluruh pelosok daerah. Bagi umat muslim yang mampu, mereka diharapkan untuk khuruj ke poros markas pusat (India-Pakistan-Bangladesh/IPB) untuk melihat suasana keagamaan yang kuat yang mempertebal iman mereka. (sa/wikipedia/berbagaisumber)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4045915195990991087-8666454951550375995?l=www.muslim-utami.co.cc' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://www.muslim-utami.co.cc/2011/07/jamaah-tabligh-menyebarkan-dakwah.html</link><author>noreply@blogger.com (Muslim Utami)</author><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink='false'>tag:blogger.com,1999:blog-4045915195990991087.post-3356860640886776436</guid><pubDate>Mon, 04 Jul 2011 08:37:00 +0000</pubDate><atom:updated>2011-07-04T16:38:46.913+08:00</atom:updated><title>Jihad</title><description>MELURUSKAN KEMBALI MAKNA JIHAD&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Buletin al-Islam Edisi 280&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dr. Azahari, salah seorang yang diyakini otak di balik sejumlah kasus peledakan bom di Indonesia, boleh tewas. Akan tetapi, persoalan terorisme tampaknya tidak akan berhenti. Apalagi Noor Din M Top, rekan Azahari, sampai kini belum tertangkap.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lebih dari itu, terorisme, khususnya di Indonesia, menyisakan satu persoalan, yakni adanya penyimpangan makna jihad oleh para pelaku tindakan terorisme, yang kebetulan adalah Muslim. Paling tidak, hal itu terungkap dalam tayangan VCD para pelaku terorisme-yang salah satunya diyakini Noor Din M Top-yang disebarluaskan ke masyarakat beberapa waktu lalu. Intinya, pelaku teror tersebut meyakini, bahwa berbagai upaya pengeboman dan tindakan bom bunuh diri itu sebagai bagian dari jihad fi sabilillah. Keyakinan tersebut tentu saja keliru dan patut dipertanyakan. Sebab, meskipun konon motifnya adalah kebencian terhadap negara-negara kafir penjajah, khususnya AS dan Inggris yang telah melakukan penjajahan atas Afganistan dan Irak, toh kebanyakan yang menjadi korban peledakan bom tersebut adalah orang-orang yang 'tidak berdosa'. Apalagi Indonesia bukanlah wilayah perang sebagaimana halnya di Afganistan, Irak, atau Palestina.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena itu, sebagaimana dinyatakan Wakil Presiden Jusuf Kalla, ada masalah pemahaman yang harus diluruskan dalam masyarakat, khususnya pemahamanan soal jihad. "Masyarakat mengetahui bahwa ini adalah masalah pemahaman yang harus diluruskan bahwa jihad itu tidak demikian," kata Wapres kepada wartawan di Jakarta, Kamis (17/11). (Kompas, 17/11/2005).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jihad dalam Islam&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagaimana shalat, jihad adalah bagian dari ajaran Islam. Jihad bahkan termasuk di antara kewajiban dalam Islam yang sangat agung, yang menjadi 'mercusuar' Islam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Secara bahasa, jihad bermakna: mengerahkan kemampuan dan tenaga yang ada, baik dengan perkataan maupun perbuatan (Fayruz Abadi, Kamus Al-Muh�th, kata ja-ha-da.) Secara bahasa, jihad juga bisa berarti: mengerahkan seluruh kemampuan untuk memperoleh tujuan (An-Naysaburi, Tafs�r an-Nays�b�r�, XI/126).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adapun dalam pengertian syar'� (syariat), para ahli fikih (fuqaha) mendefinisikan jihad sebagai upaya mengerahkan segenap kekuatan dalam perang fi sabilillah secara langsung maupun memberikan bantuan keuangan, pendapat, atau perbanyakan logistik, dan lain-lain (untuk memenangkan pertempuran). Karena itu, perang dalam rangka meninggikan kalimat Allah itulah yang disebut dengan jihad. (An-Nabhani, Asy-Syakhshiyyah al-Isl�miyyah, II/153. Lihat juga, Ibn Abidin, H�syiyah Ibn Abidin, III/336).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di dalam al-Quran, jihad dalam pengertian perang ini terdiri dari 24 kata. (Lihat Muhammad Husain Haikal, Al-Jih�d wa al-Qit�l. I/12) Kewajiban jihad (perang) ini telah ditetapkan oleh Allah SWT dalam al-Quran di dalam banyak ayatnya. (Lihat, misalnya: QS an-Nisa' 4]: 95); QS at-Taubah [9]: 41; 86, 87, 88; QS ash-Shaf [61]: 4). Bahkan jihad (perang) di jalan Allah merupakan amalan utama dan agung yang pelakunya akan meraih surga dan kenikmatan yang abadi di akhirat. (Lihat, misalnya: QS an-Nisaa' [4]: 95; QS an-Nisa' [4]: 95; QS at-Taubah [9]: 111; QS al-Anfal [8]: 74; QS al-Maidah [5]: 35; QS al-Hujurat [49]: 15; QS as-Shaff [61]: 11-12. Sebaliknya, Allah telah mencela dan mengancam orang-orang yang enggan berjihad (berperang) di jalan Allah (Lihat, misalnya: QS at-Taubah [9]: 38-39; QS al-Anfal [8]: 15-16; QS at-Taubah [9]: 24).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertanyaannya, kapan dan dimana jihad dalam pengertian perang itu dilakukan? Pertama: manakala kaum Muslim atau negeri mereka diserang oleh orang-orang atau negara kafir. Contohnya adalah dalam kasus Afganistan dan Irak yang diserang dan diduduki AS sampai sekarang, juga dalam kasus Palestina yang dijajah Israel. Inilah yang disebut dengan jihad defensif (dif�'�). Dalam kondisi seperti ini, Allah SWT telah mewajibkan kaum Muslim untuk membalas tindakan penyerang dan mengusirnya dari tanah kaum Muslim:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;وَقَاتِلُوا فِي سَبِيلِ اللهِ الَّذِينَ يُقَاتِلُونَكُمْ وَلاَ تَعْتَدُوا إِنَّ اللهَ لاَ يُحِبُّ الْمُعْتَدِينَ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perangilah di jalan Allah orang-orang yang memerangi kalian, tetapi janganlah kalian melampaui batas, karena sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang melampaui batas. (QS al-Baqarah [2]: 190).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kedua: manakala ada sekelompok komunitas Muslim yang diperangi oleh orang-orang atau negara kafir. Kaum Muslim wajib menolong mereka. Sebab, kaum Muslim itu bersaudara, laksana satu tubuh. Karena itu, serangan atas sebagian kaum Muslim pada hakikatnya merupakan serangan terhadap seluruh kaum Muslim di seluruh dunia. Karena itu pula, upaya membela kaum Muslim di Afganistan, Irak, atau Palestina, misalnya, merupakan kewajiban kaum Muslim di seluruh dunia. Allah SWT berfirman:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;وَإِنْ اسْتَنْصُرُوْكُمْ فِي الدِّيْنِ فَعَلَيْكُمْ النَّصْرُ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika mereka meminta pertolongan kepada kalian dalam urusan agama ini maka kalian wajib menolong mereka. (QS al-Anfal [8]: 72).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketiga: manakala dakwah Islam yang dilakukan oleh Daulah Islam (Khilafah) dihadang oleh penguasa kafir dengan kekuatan fisik mereka. Dakwah adalah seruan pemikiran, non fisik. Manakala dihalangi secara fisik, wajib kaum Muslim berjihad untuk melindungi dakwah dan menghilangkan halangan-halangan fisik yang ada di hadapannya dibawah pimpinan khalifah. Inilah yang disebut dengan jihad ofensif (huj�m�). Inilah pula yang dilakukan oleh Rasulullah saw. dan para Sahabat setelah mereka berhasil mendirikan Daulah Islam di Madinah. Mereka tidak pernah berhenti berjihad (berperang) dalam rangka menghilangkan halangan-halangan fisik demi tersebarluaskannya dakwah Islam dan demi tegaknya kalimat-kalimat Allah. Dengan jihad ofensif itulah Islam tersebar ke seluruh dunia dan wilayah kekuasaan Islam pun semakin meluas, menguasai berbagai belahan dunia. Ini adalah fakta sejarah yang tidak bisa dibantah. Bahkan jihad (perang) merupakan metode Islam dalam penyebaran dakwah Islam oleh negara (Daulah Islam). Allah SWT berfirman:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;وَقَاتِلُوهُمْ حَتَّى لاََ تَكُونَ فِتْنَةٌ وَيَكُونَ الدِّينُ ِللهِ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perangilah oleh kalian mereka (orang-orang kafir) hingga tidak ada lagi fitnah (kekufuran) dan agama ini (Islam) hanya milik Allah. (QS al-Baqarah [2]: 193).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terorisme Bukan Jihad&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari definisi dan konteks jihad di atas, jelas sekali bahwa tindakan terorisme (dalam arti melakukan berbagai peledakan bom ataupun bom bunuh diri bukan dalam wilayah perang, seperti di Indonesia) bukanlah termasuk jihad fi sabilillah. Sebab, tindakan tersebut nyata-nyata telah mengorbankan banyak orang yang seharusnya tidak boleh dibunuh. Tindakan ini haram dan termasuk dosa besar berdasarkan firman Allah SWT:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;وَلاَ تَقْتُلُوا النَّفْسَ الَّتِي حَرَّمَ اللهُ إِلاَّ بِالْحَقِّ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Janganlah kalian membunuh jiwa yang diharamkan Allah kecuali dengan alasan yang haq. (QS al-Isra' [17]: 33).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah SWT juga berfirman:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;وَمَنْ يَقْتُلْ مُؤْمِنًا مُتَعَمِّدًا فَجَزَاؤُهُ جَهَنَّمُ خَالِدًا فِيهَا وَغَضِبَ اللهُ عَلَيْهِ وَلَعَنَهُ وَأَعَدَّ لَهُ عَذَابًا عَظِيمًا&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Siapa saja yang membunuh seorang Mukmin dengan sengaja, maka balasannya adalah neraka Jahanam; ia kekal di dalamnya; Allah pun murka kepadanya, mengutukinya, dan menyediakan baginya azab yang besar. (QS. an-Nisa' [4]: 93).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apalagi Allah SWT pun telah berfirman:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;وَلاَ تَقْتُلُوا أَنْفُسَكُمْ إِنَّ اللهَ كَانَ بِكُمْ رَحِيمًا&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Janganlah kalian membunuh diri kalian sendiri. Sesungguhnya Allah Pengasih kepada kalian. (QS an-Nisa' [4]: 29).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keagungan Jihad Tak Boleh Dinodai&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagaimana telah dijelaskan di awal, jihad adalah amal yang agung. Imam an-Nawawi, dalam Riy�dh ash-Sh�lih�n, membuat bab khusus tentang jihad. Beliau antara lain mengutip sabda Nabi saw., sebagaimana yang dituturkan oleh Abu Hurairah:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;سُئِلَ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: أَيُّ الْعَمَلِ أَفْضَلُ؟ قَالَ: إِيْمَانٌ بِاللهِ وَرَسُوْلِهِ، قِيْلَ: ثُمَّ مَاذَا؟ قَالَ: اَلْجِهَادُ فِيْ سَبِيْلِ اللهِ، قِيْلَ : ثُمَّ مَاذَا؟ قَالَ: حَجٌّ مَبْرُوْرٌ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasulullah saw. pernah ditanya, "Amal apakah yang paling utama?" Jawab Nabi, "Iman kepada Allah dan Rasul-Nya." Beliau diitanya lagi, "Kemudian apa?" Jawab Nabi, "Perang di jalan Allah." Beliau ditanya lagi, "Kemudian apa?" Jawab Nabi, "Haji mabrur." (HR al-Bukhar dan Muslim).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Imam Ibnu Hajar juga mengatakan bahwa dalam hadis tersebut (atau yang serupa) perang di jalan Allah (jihad fi sabilillah) adalah amal yang paling utama setelah iman kepada Allah dan Rasul-Nya (Ibnu Hajar al-Asqalani, Fath al-Bari, 5/149).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena itu, sudah selayaknya kaum Muslim menjaga keagungan jihad ini dari siapapun yang berusaha menodai dan merendahkannya, baik karena ketadaktahuannya, ataupun karena kedengkiannya (seperti yang dilakukan Barat kafir penjajah) terhadap aktivitas jihad. Sebab, di samping makna jihad telah diterapkan dengan kurang tepat, keagungan jihad juga telah sengaja direndahkan oleh Barat kafir imperialis. Barat, misalnya, telah lama menyebut Islam sebagai agama 'barbarian' hanya karena mengajarkan jihad. Presiden Bush bahkan menyebut Islam sebagai agama radikal dan fasis, sementara PM Inggris Blair menjuluki Islam sebagai 'ideologi Iblis'; juga antara lain karena faktor jihad. Colin Powell saat menjadi menteri luar negeri AS juga pernah mengatakan, "Jika mereka hanya mengirim generasi muda ke madrasah, sekolah itu tidak melakukan apa-apa, tetapi mengindoktrinasi mereka dalam aspek-aspek buruk. Mengajarkan kebencian tidak akan membawa perdamaian bagi kita semua di kawasan ini." (Media Indonesia, 23/1/2004). Mengapa demikian? Semua itu tidak lain sebagai bentuk propaganda mereka agar kaum Muslim menjauhi aktivitas jihad. Sebab, bagaimanapun Barat menyadari bahwa jihad adalah ancaman tersebar bagi keberlangsungan mereka atas Dunia Islam. Karena itu, Barat bahkan berusaha agar jihad dihilangkan dari ajaran Islam. Hal itu antara lain diwujudkan dengan upaya Barat untuk memaksakan kurikulum ke madrasah-madrasah, pesantren-pesantren, atau lembaga-lembaga pendidikan Islam karena dianggap mengajarkan kekerasan dan memproduksi 'para teroris'.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Walhasil, di satu sisi kita jelas tidak setuju jika peledakan bom terhadap masyarakat (termasuk Muslim) bukan dalam kondisi perang dikategorikan sebagai jihad. Sebaliknya, di sisi lain, kita pun harus mewaspadai setiap upaya dari Barat kafir penjajah yang berusaha memanipulasi bahkan menghapuskan ajaran dan hukum jihad dari Islam demi kepentingan politik mereka. []&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Komentar al-Islam:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wapres Yusuf Kalla mengungkapkan, perlu perang ideologi dan fisik untuk memerangi terorisme (Media Indonesia Online (22/11/2005).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gembong teroris adalah negara-negara imperialis dan ideologi teroris adalah Kapitalisme-sekular.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;http://hizbut-tahrir.or.id/main.php?page=analisis&amp;id=7&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;TERORISME, PESANTREN, DAN PENGHANCURAN ISLAM&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Analisis Lajnah Siyasiyyah HTI&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejak lama banyak pihak mengetahui bahwa war on terrorism yang dilontarkan oleh George W. Bush hakikatnya adalah perang melawan Islam. Di Indonesia, hal ini akan semakin jelas dalam sikap pemerintah dan kalangan yang dekat dengan Amerika pasca kematian tersangka pelaku peledakan Azahari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jauh sebelumnya, AS memandang bahwa pesantren merupakan lembaga pembinaan. Disinilah dipelajari Islam disertai penempaan keimanan dan ketaatan kepada Allah SWT. Karenanya, saat berkunjung ke Denpasar Bali untuk mengadakan pertemuan dengan tokoh-tokoh agama Indonesia, Rabu (23/10/2003), Presiden AS George Walker Bush mengungkapkan rencana pemerintah AS untuk memberikan bantuan pendidikan sebesar US$157 kepada Indonesia. Bantuan tersebut rencananya akan dikucurkan dalam kurun waktu enam tahun. Dalam pemberian bantuan tersebut, Bush mengatakan pihak AS tidak akan memasuki wacana agama dalam kaitan kurikulum pendidikan. Meski demikian, perbaikan pendidikan Indonesia juga diharapkan dapat meredam radikalisme. Jelaslah, sekalipun tanpa mengatakan 'rubah kurikulum pesantren!' tapi dari keinginan 'meredam radikalisme' terbaca bahwa: (1) pesantren dipandang sebagai bibit radikalisme, (2) perlu sistem pendidikan pesantren sehingga tidak melahirkan radikalisme.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keyakinan ini dipertegas dengan adanya rekomendasi dari The National Comission on United States-Indonesia Relations agar Amerika Serikat (AS) mengeluarkan bantuan dana senilai US$200 juta per tahun untuk pembangunan sumberdaya manusia melalui penguatan sistem pendidikan Indonesia dan membangun kembali hubungan dengan institusi pendidikan AS (Media Indonesia, 19/01/2004). Rekomendasi ini menjelaskan dua hal, (1) AS perlu membantu pendidikan Indonesia, dan (2) membangun hubungan dengan institusi pendidikan AS. Artinya, ketika 'radikalisme' diredam maka yang harus dimunculkan adalah nilai-nilai yang dikembangkan di institusi pendidikan AS.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berbeda dengan Bush yang malu-malu menghendaki perubahan kurikulum agama, Menlu AS Colin Powell (22/01/2004) mengatakan sekolah agama Islam, atau madrasah, harus memperluas kurikulum jika mereka mau menghasilkan murid-murid yang mampu memenuhi tuntutan abad ke-21. Powell mengatakan AS akan bekerja melalui sejumlah program, seperti yang disampaikan Presiden George Bush dalam pidato kenegaraan, Selasa (20/01/2004), untuk meyakinkan para pemimpin dunia Islam bahwa pendidikan yang dihasilkan madrasah di dunia Islam sekarang tidak lengkap dan merusak keamanan. "Jika mereka hanya mengirim generasi muda ke madrasah, sekolah itu tidak melakukan apa-apa tetapi mengindoktrinasi mereka dalam aspek-aspek buruk. Mengajarkan kebencian tidak akan membawa perdamaian bagi kita semua di kawasan ini," katanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebenarnya, wacana tentang evaluasi kurikulum di berbagai pendidikan Islam telah lama didengungkan oleh Amerika Serikat (AS). AS akan menangani pesantren-pesantren di Indonesia dengan anggaran US$250 juta, Ausralia sumbang US$12 juta (The Weekend Australian 4-5 Oktober 2003, www. The australian.com.au). Dengan demikian, merubah kurikulum pesantren merupakan bidikan AS.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pasca peledakan BOM di Bali pada 1 Oktober 2005, Wakil Presiden Jusuf Kalla langsung menegaskan akan mengawasi sebagian pesantren. Bahkan, khatib. Kalau perlu seperti cara Orde Baru. Padahal, cara-cara yang ditempuh jaman Orde Baru berprinsip pada 'Islam dan aktivisnya sebagai tertuduh'. Betapa banyak ulama dibungkam, partai Islam dikebiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nampaknya, kembali kepada cara-cara Orde Baru ini diamini oleh Mantan Kepala Badan Intelijen Nasional (BIN) Abdullah Makhmud Hendropriyono. Dalam wawancaranya dengan LKBN ANTARA Hendro meminta pemerintah juga menertibkan kurikulum di semua pondok-pesantren. Orang yang oleh seorang pejabat CIA disebut a breath of fresh air (angin segar) ini meminta pemerintah melarang pengajaran tentang teori dan pemikiran Sayyid Qutb. Mantan Pangdam Jaya itu juga meminta pihak pemerinta menghentikan kegiatan organisasi-organisasi Islam yang disebutnya 'radikal'. Menurut Hendro, semua organisasi, yang menurutnya radikal, tak hanya Jamaah Islamiyah (JI) juga perlu dilarang. "Saya minta supaya organisasi-organisasi yang radikal dihentikan, bukan hanya Jamaah Islamiyah (JI) tetapi semuanya. Semua organisasi yang serupa JI itu dan semua orang yang terlibat di JI dan dia masuk keorganisasi lain juga dilarang."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan melihat alur sosiologis tersebut tampak jelas bahwa isu perang melawan terorisme bukan sekedar untuk menghentikan pelaku peledakan semata. Lebih dari itu, sasaran yang dibidiknya adalah Islam itu sendiri dan para pengembannya yang dipandang radikal. Yakni, radikal dalam arti siapapun yang memiliki pemikiran yang bertentangan dengan nilai-nilai Barat penjajah pimpinan AS. Karenanya, jangan sampai kaum Muslim terjebak. Jangan sampai hendak membunuh nyamuk, tapi menggunakan peledak sehingga bukan hanya nyamuk yang mati melainkan semuanya hancur berantakan.[LS-HTI&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4045915195990991087-3356860640886776436?l=www.muslim-utami.co.cc' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://www.muslim-utami.co.cc/2011/07/jihad.html</link><author>noreply@blogger.com (Muslim Utami)</author><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink='false'>tag:blogger.com,1999:blog-4045915195990991087.post-1050770930007299894</guid><pubDate>Mon, 04 Jul 2011 08:31:00 +0000</pubDate><atom:updated>2011-07-04T16:34:07.594+08:00</atom:updated><title>Fatwa Hukum Merokok</title><description>Apa hukum merokok menurut syari'at, berikut dalil-dalil yang mengharamkannya? &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jawaban: &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Merokok haram hukumnya berdasarkan makna yang terindikasi dari zhahir ayat Alquran dan As-Sunah serta i'tibar (logika) yang benar. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah berfirman (yang artinya), "Dan janganlah kamu menjatuhkan dirimu sendiri dalam kebinasaan." (Al-Baqarah: 195). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maknanya, janganlah kamu melakukan sebab yang menjadi kebinasaanmu. Wajhud dilalah (aspek pendalilan) dari ayat di atas adalah merokok termasuk perbuatan yang mencampakkan diri sendiri ke dalam kebinasaan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sedangkan dalil dari As-Sunah adalah hadis shahih dari Rasulullah saw. bahwa beliau melarang menyia-nyiakan harta. Makna menyia-nyiakan harta adalah mengalokasikannya kepada hal-hal yang tidak bermanfaat. Sebagaimana dimaklumi bahwa mengalokasikan harta dengan membeli rokok adalah termasuk pengalokasian harta pada hal yang tidak bermanfaat, bahkan pengalokasian harta kepada hal-hal yang mengandung kemudharatan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalil yang lain, bahwasanya Rasulullah saw. bersabda, "Tidak boleh (menimbulkan) bahaya dan tidak boleh pula membahayakan orang lain." (HR. Ibnu Majah dari kitab Al-Ahkam 2340). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi, menimbulkan bahaya (dharar) adalah ditiadakan (tidak berlaku) dalam syari'at, baik bahayanya terhadap badan, akal, ataupun harta. Sebagaimana dimaklumi pula bahwa merokok adalah berbahaya terhadap badan dan harta. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adapun dalil dari i'tibar (logika) yang benar yang menunjukkan keharaman rokok adalah karena dengan perbuatan itu perokok mencampakkan dirinya ke dalam hal yang menimbukan bahaya, rasa cemas, dan keletihan jiwa. Orang yang berakal tentu tidak rela hal itu terjadi pada dirinya sendiri. Alangkah tragisnya kondisinya, dan demikian sesaknya dada si perokok bila tidak menghisapnya. Alangkah berat ia melakukan puasa dan ibadah-ibadah lainnya karena hal itu menghalagi dirinya dari merokok. Bahkan, alangkah berat dirinya berinteraksi dengan orang-orang saleh karena tidak mungkin mereka membiarkan asap rokok mengepul di hadapan mereka. Karena itu, Anda akan melihat perokok demikian tidak karuan bila duduk dan berinteraksi dengan orang-orang saleh. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semua i'tibar itu menunjukkan bahwa merokok hukumnya diharamkan. Karena itu, nasehat saya untuk saudara-saudara kaum muslimin yang masih didera oleh kebiasaan menghisap rokok agar memohon pertolongan kepada Allah dan mengikat tekad untuk meninggalkannya. Sebab, di dalam tekad yang tulus disertai dengan memohon pertolongan kepada Allah, mengharap pahala dari-Nya dan menghindari siksaan-Nya, semua itu adalah amat membantu di dalam upaya meninggalkan hal tersebut. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jawaban Atas Berbagai Bantahan &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika ada orang yang berkilah, "Sesungguhnya kami tidak menemukan nash, baik di dalam kitabullah ataupun sunah Rasulullah saw. perihal haramnya rokok." &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka, jawaban atas penyataan ini adalah bahwa nash-nash Alquran dan sunah terdiri dari dua jenis; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Jenis yang dalil-dalilnya bersifat umum seperti Adh-Dhawabith (ketentuan-ketentuan) dan kaidah-kaidah yang mencakup rincian-rincian yang banyak sekali hingga hari kiamat. &lt;br /&gt;2. Jenis yang dalil-dalilnya memang diarahkan kepada suatu itu sendiri secara langsung. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai contoh untuk jenis pertama adalah ayat Alquran dan dua hadis yang kami sebutkan di atas yang menunjukkan keharaman merokok secara umum meskipun tidak diarahkan secara langsung kepadanya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sedangkan untuk jenis kedua, adalah seperti fiman Allah (yang artinya), "Diharamkan bagimu (memakan) bangkai, darah, daging babi, (dagig hewan) yang disembelih atas nama selain Allah." (Al-Maidah: 3). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan firman-Nya, "Hai orang-orang yang beriman, sesungguhnya meminum khamr, berjudi, berkorban untuk berhala, mengundi nasib dengan anak panah adalah perbuatan keji yang termasuk perbuatan setan. Maka, jauhilah perbuatan-perbuatan itu." (Al-Maidah: 90). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi, baik nash-nash itu termasuk jenis pertama atau kedua, ia bersifat keniscayaan (keharusan) bagi semua hamba Allah karena dari sisi pengambilan dalil mengindikasikan hal itu. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber: Program Nur 'alad Darb, dari Fatwa Syekh Muhammad bin Shaleh Al-Utsaimin, dari kitab Fatwa-Fatwa Terkini 2.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4045915195990991087-1050770930007299894?l=www.muslim-utami.co.cc' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://www.muslim-utami.co.cc/2011/07/fatwa-hukum-merokok.html</link><author>noreply@blogger.com (Muslim Utami)</author><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink='false'>tag:blogger.com,1999:blog-4045915195990991087.post-8865642866984882934</guid><pubDate>Mon, 04 Jul 2011 08:18:00 +0000</pubDate><atom:updated>2011-07-04T16:31:17.756+08:00</atom:updated><title>Taubat Sejati Seorang Pemuda</title><description>Imam Malik bin Dinar mengajari kita dalam bagian ini tentang seorang pemuda kecil di waktu haji, dengan bertutur, &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Ketika kami mengerjakan ibadah haji, kami mengucapkan talbiyah dan berdoa kepada Allah, tiba-tiba aku melihat pemuda yang masih sangat muda usianya memakai pakaian ihram menyendiri di tempat penyendiriannya tidak mengucapkan talbiyah dan tidak berdzikir mengingat Allah seperti orang-orang lainnya. Aku mendatanginya dan bertanya, 'mengapa dia tidak mengucapkan talbiyah ?'" &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dia menjawab, "Apakah talbiyah mencukupi bagiku, sedangkan aku sudah berbuat dosa dengan terang-terangan. Demi Allah! Aku khawatir bila aku mengatakan labbaik maka malaikat menjawab kepadaku, 'tiada labbaik dan tiada kebahagiaan bagimu'. Lalu aku pulang dengan membawa dosa besar." &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku bertanya kepadanya, "Sesungguhnya kamu memanggil yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang." &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dia bertanya, "Apakah kamu menyuruhku untuk mengucapkan talbiyah? " &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku menjawab, "Ya." &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian dia berbaring di atas tanah, meletakkan salah satu pipinya ke tanah mengambil batu dan meletakkannya di pipi yang lain dan mengucurkan air matanya sembari berucap, "Labbaika Allaahumma labbaika, sungguh telah kutundukkan diriku kepada-Mu dan badan telah kuhempaskan di hadapan-Mu." &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu aku melihatnya lagi di Mina dalam keadaan menangis dan dia bekata, "Ya Allah, sesungguhnya orang-orang telah menyembelih kurban dan mendekatkan diri kepada-Mu, sedangkan aku tidak punya sesuatu yang bisa kugunakan untuk mendekatkan diri kepadamu kecuali diriku sendiri, maka terimalah pengorbanan dariku. Kemudian dia pingsan dan tersungkur mati. Akupun mohon kepada Allah agar dia mau menerimanya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber: Asyabalunal 'Ulama (65 Kisah Teladan Pemuda Islam Brilian), Muhammad Sulthan.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4045915195990991087-8865642866984882934?l=www.muslim-utami.co.cc' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://www.muslim-utami.co.cc/2011/07/taubat-sejati-seorang-pemuda.html</link><author>noreply@blogger.com (Muslim Utami)</author><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink='false'>tag:blogger.com,1999:blog-4045915195990991087.post-7965545326515382829</guid><pubDate>Wed, 16 Mar 2011 02:15:00 +0000</pubDate><atom:updated>2011-03-16T10:18:04.156+08:00</atom:updated><title>Mengatasi Cacar Air Secara Alamiah</title><description>Oleh : Prof. H.M. Hembing Wijayakusuma&lt;br /&gt;Hampir setiap orang pernah mengalami cacar air. Penyakit ini memang tidak pandang bulu, sebab dapat menyerang semua ras, segala umur, laki-laki atau perempuan, baik di daerah perkotaan maupun di pedesaan. Orang kulit putih, hitam dan coklat dapat terkena. Anak-anak, remaja, orang dewasa, semuanya dapat terkena cacar air. Namun, pada umumnya penyakit ini lebih banyak menyerang anak-anak usia 2-8 tahun. Cacar air bawaan (kongenital) dapat terjadi pada bayi dalam kandungan ibu yang terserang cacar air. Infeksi cacar air pada bayi yang baru lahir dari seorang ibu yang sehat, jarang terjadi.&lt;br /&gt;Penyakit ini disebabkan oleh infeksi virus herpes varicella-zoster dan merupakan penyakit menular. Penularannya dapat melalui kontak langsung dan kontak tidak langsung. Kontak langsung dapat terjadi melalui cairan pernafasan dan kontak langsung dengan kulit penderita. Ruam pada kulit yang mulai merekah dan pecah sangat menular. Kontak tidak langsung terjadi melalui udara. Menghirup udara yang mengandung kuman virus herpes varicella-zoster dapat menyebabkan seseorang terserang cacar air.&lt;br /&gt;Cacar air dapat membahayakan dan menimbulkan kematian pada penderita kanker dan orang yang mengalami defisiensi sistem imun (penurunan fungsi sistem imunitas/kekebalan tubuh). Turunnya fungsi sistem imunitas tubuh tersebut menyebabkan tubuh tidak mempunyai kekebalan dan sistem ketahanan untuk melawan serangan virus penyebab cacar, sehingga kondisi penderita melemah yang pada akhirnya dapat mengakibatkan sesuatu yang fatal. Pada anak yang diberi beberapa jenis obat yang berefek pada menurunnya sistem imunitas tubuh, cacar dapat menyebabkan kematian, sebab tubuh tidak mempunyai sistem pertahanan untuk menghancurkan virus penyebab cacar. Penyakit ini juga membahayakan seorang ibu dan bayi yang dikandungnya.&lt;br /&gt;Gejala-gejala cacar air adalah:&lt;br /&gt;• Munculnya ruam-ruam di kulit&lt;br /&gt;Cacar air ditandai dengan bintik-bintik merah berupa gelembung berisi gelembung cairan bening yang muncul setelah 24 jam terinfeksi virus herpes varicella-zoster. Bintik-bintik merah yang muncul di kulit penderita disebut dengan ruam. Ruam tersebut biasanya menimbulkan rasa gatal. Bekas ruam yang ditimbulkan itu pada umumnya akan hilang, tetapi ruam yang terkena infeksi dan merusak lapisan kulit biasanya membekas di kulit. Ruam yang terinfeksi akan bernanah. Lalu akan timbul lepuh kemerahan di punggung dan kepala, yang mudah pecah. Pecahnya ruam, menyebabkan cairan keluar dan terbentuklah keropeng. Ruam menyebar ke muka dan jarang ke tungkai dan lengan. Lepuh akan berlanjut 3-4 hari.&lt;br /&gt;Kadang-kadang dijumpai ulkus (luka) pada membran mukosa mulut, alat genital dan mata. Gatalnya ruam menyebabkan penderita menggaruknya yang menyebabkan infeksi, keropeng dan menimbulkan infeksi baru.&lt;br /&gt;• Demam, kepala terasa agak sakit dan tidak enak badan&lt;br /&gt;• Suhu badan meningkat&lt;br /&gt;• Nafsu makan menghilang&lt;br /&gt;• Dalam kondisi parah, ruam-ruam dapat muncul di wajah dan anggota gerak, tangan, lengan, kaki dan lain-lain.&lt;br /&gt;Tips untuk mencegah cacar air, antara lain:&lt;br /&gt;• Menjaga kebersihan badan, pakaian dan lingkungan.&lt;br /&gt;Pakaian dan lingkungan kotor merupakan sumber dari penyakit. Badan yang kotor akan mudah terinfeksi oleh kuman penyakit.&lt;br /&gt;• Mengkonsumsi makanan bergizi&lt;br /&gt;Makanan bergizi membuat tubuh sehat dan berstamina kuat sehingga dapat menangkal serangan infeksi kuman penyakit&lt;br /&gt;• Menghindari sumber penularan penyakit cacar air&lt;br /&gt;• Imunisasi vaksin cacar air&lt;br /&gt;Perawatan terhadap penderita cacar air:&lt;br /&gt;• Mengganti baju penderita setiap hari&lt;br /&gt;• Menaburkan bedak antigatal pada bagian tubuh yang terkena cacar air untuk mengurangi rasa gatal dan agar ruam menjadi lebih cepat kering.&lt;br /&gt;• Memisahkan penderita dengan orang yang sehat agar cacar air tidak menular pada yang lain.&lt;br /&gt;• Mandi dengan menggunakan air hangat yang telah dicampur dengan obat antigatal setiap hari.&lt;br /&gt;• Memotong kuku agar tidak menggaruk ruam-ruam pada kulit, sehingga tidak timbul infeksi baru.&lt;br /&gt;• Memberikan kondisi nyaman pada penderita agar dapat beristirahat dengan nyaman dan mempercepat proses kesembuhan&lt;br /&gt;Kombinasi beberapa tanaman berkhasiat obat dapat diramu menjadi obat tradisional yang dapat mengatasi cacar air. Berikut ini adalah ramuan obat tradisional yang dapat digunakan untuk mengatasi cacar air:&lt;br /&gt;Pemakaian dalam :&lt;br /&gt;Resep 1 :&lt;br /&gt;30 gram temu lawak + 25 gram kencur + 15 gram asam jawa + 15 gram jahe, dicuci dan dipotong-potong, lalu direbus dengan 600 cc air hingga tersisa 300 cc, disaring, airnya diminum 2-3 kali sehari.&lt;br /&gt;Resep 2 :&lt;br /&gt;2 buah mengkudu matang dicuci dan dijus, atau diparut dan diambil airnya, lalu diminum. Lakukan 2-3 kali sehari.&lt;br /&gt;Pemakaian luar :&lt;br /&gt;Resep 1 :&lt;br /&gt;Kunyit + daging buah asam (asam kawak) masing-masing secukupnya ditumbuk halus, tambahkan minyak kelapa secukupnya, dipanaskan sebentar, setelah dingin dioleskan pada bagian kulit yang terkena cacar air.&lt;br /&gt;Resep 2 :&lt;br /&gt;Daun asam dan kunyit masing-masing secukupnya dicuci dan dihaluskan, lalu dipakai untuk mengoles kulit yang gatal karena cacar air.&lt;br /&gt;Catatan : untuk perebusan gunakan periuk tanah atau panci enamel atau panci kaca.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4045915195990991087-7965545326515382829?l=www.muslim-utami.co.cc' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://www.muslim-utami.co.cc/2011/03/mengatasi-cacar-air-secara-alamiah.html</link><author>noreply@blogger.com (Muslim Utami)</author><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink='false'>tag:blogger.com,1999:blog-4045915195990991087.post-2376119008832917806</guid><pubDate>Sun, 16 Jan 2011 09:02:00 +0000</pubDate><atom:updated>2011-01-16T17:07:24.275+08:00</atom:updated><title>PERATURAN BARIS BERBARIS (PBB)</title><description>Peraturan Baris Berbaris yang digunakan di lingkungan Pramuka ada dua macam yakni&lt;br /&gt;Baris berbaris menggunakan tongkat dan tanpa tongkat. Untuk baris berbaris&lt;br /&gt;menggunakan tongkat memiliki tata cara tersendiri di lingkungan Pramuka. Adapun baris&lt;br /&gt;berbaris tanpa menggunakan tongkat mengikuti tata cara yang telah diatur dalam&lt;br /&gt;Peraturan Baris Berbaris milik TNI/POLRI . Apa itu Baris Berbaris ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Baris Berbaris&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;a. Pengertian Baris berbaris adalah suatu ujud latuhan fisik, yang diperlukan guna&lt;br /&gt;menanamkan kebiasaan dalam tata cara kehidupan yang diarahkan kepada&lt;br /&gt;terbentuknya suatu perwatakan tertentu.&lt;br /&gt;b. Maksud dan tujuan&lt;br /&gt;1) Guna menumbuhkan sikap jasmani yang tegap tangkas, rasa disiplin dan rasa&lt;br /&gt;tanggung jawab.&lt;br /&gt;2) Yang dimaksud dengan menumbuhkan sikap jasmani yang tegap tangkas adalah&lt;br /&gt;mengarahkan pertumbuhan tubuh yang diperlukan oleh tugas pokok, sehingga&lt;br /&gt;secara jasmani dapat menjalankan tugas pokok tersebut dengan sempurna.&lt;br /&gt;3) Yang dimaksud rasa persatuan adalah adanya rasa senasib sepenanggungan serta&lt;br /&gt;ikatan yang sangat diperlukan dalam menjalankan tugas.&lt;br /&gt;4) Yang dimaksud rasa disiplin adalah mengutamakan kepentingan tugas di atas&lt;br /&gt;kepentingan pribadi yang pada hakikatnya tidak lain daripada keikhlasan penyisihan&lt;br /&gt;pilihan hati sendiri.&lt;br /&gt;5) Yang dimaksud rasa tanggung jawab adalah keberanian untuk bertindak yang&lt;br /&gt;mengandung resiko terhadap dirinya, tetapi menguntungkan tugas atau sebaliknya&lt;br /&gt;tidak mudah melakukan tindakan-tindakan yang akan dapat merugikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aba-aba&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;a. Pengertian Aba-aba adalah suatu perintah yang diberikan oleh seseorang Pemimpin&lt;br /&gt;kepada yang dipimpin untuk dilaksanakannya pada waktunya secara serentak atau&lt;br /&gt;berturut-turut.&lt;br /&gt;b. Macam aba-aba Ada tiga macam aba-aba yaitu :&lt;br /&gt;1) Aba-aba petunjuk&lt;br /&gt;2) Aba-aba peringatan&lt;br /&gt;3) Aba-aba pelaksanaan&lt;br /&gt;1. Aba-aba petunjuk dipergunakan hanya jika perlu untuk menegaskan maksud daripada&lt;br /&gt;aba-aba peringatan/pelaksanaan.&lt;br /&gt;Contoh:&lt;br /&gt;a) Kepada Pemimpin Upacara-Hormat - GERAK&lt;br /&gt;b) Untuk amanat istirahat di tempat - GERAK&lt;br /&gt;2. Aba-aba peringatan adalah inti perintah yang cukup jelas, untuk dapat dilaksanakan&lt;br /&gt;tanpa ragu-ragu.&lt;br /&gt;Contoh:&lt;br /&gt;a) Lencang kanan - GERAK (bukan lancang kanan)&lt;br /&gt;b) b) Istirahat di tempat - GERAK (bukan ditempat istirahat)&lt;br /&gt;3. Aba-aba pelaksanaan adalah ketegasan mengenai saat untuk melaksanakan aba-aba&lt;br /&gt;pelaksanan yang dipakai ialah:&lt;br /&gt;a) GERAK&lt;br /&gt;b) JALAN&lt;br /&gt;c) MULAI&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;a. GERAK: adalah untuk gerakan-gerakan kaki yang dilakukan tanpa meninggalkan&lt;br /&gt;tempat dan gerakan-gerakan yang memakai anggota tubuh lain.&lt;br /&gt;Contoh: - jalan ditempat - GERAK&lt;br /&gt;- siap - GERAK&lt;br /&gt;- hadap kanan - GERAK&lt;br /&gt;- lencang kanan - GERAK&lt;br /&gt;b. JALAN : adalah utuk gerakan-dilakukan dengan meninggalkan tempat.&lt;br /&gt;Contoh : - haluan kanan/kiri - JALAN&lt;br /&gt;- dua langkah ke depan - JALAN&lt;br /&gt;- satu langkah ke belakang - JALAN&lt;br /&gt;Catatan : Apabila gerakan meninggalkan tempat itu tidak dibatasi jaraknya, maka&lt;br /&gt;abaaba harus didahului dengan aba-aba peringatan “ MAJU”&lt;br /&gt;Contoh : - maju - JALAN&lt;br /&gt;- haluan kanan/hadap kanan/kiri maju - JALAN&lt;br /&gt;- melintang kanan/kiri maju - JALAN&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tentang istilah”maju”·&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada dasarnya digunakan sebagai aba-aba peringatan terhadap pasukan dalam keadaan&lt;br /&gt;berhenti.&lt;br /&gt;· Pasukan yang sedang bergerak maju, bilamana harus berhenti dapat diberikan aba-aba&lt;br /&gt;HENTI.&lt;br /&gt;Misalnya : · Ada aba-aba hadap kanan/kiri maju - JALAN&lt;br /&gt;karena dapat pula diberikan aba-aba : hadap kanan/kiri henti GERAK.&lt;br /&gt;· Ada aba-aba hadap kanan/kiri maju - JALAN&lt;br /&gt;karena dapat pula diberikan aba-aba : hadap kanan/kiri henti GERAK.&lt;br /&gt;· Balik kana maju/JALAN , karena dapat pula diberikan aba-aba :&lt;br /&gt;- balik kana henti -GERAK.&lt;br /&gt;Tidak dapat diberikan aba-aba langkah tegap maju JALAN,&lt;br /&gt;- aba-aba belok kanan/kiri maju - JALAN&lt;br /&gt;terhadap pasukan yang sedang berjalan dengan langkah biasa, karena&lt;br /&gt;tidak dapat diberikan aba-aba langkah henti-GERAK,&lt;br /&gt;- belok kanan/kiri-GERAK.&lt;br /&gt;Tentang aba-aba : “Henti”&lt;br /&gt;Pada dasarnya aba-aba peringatan henti digunakan untuk menghentikan&lt;br /&gt;pasukan yang sedang bergerak, namun tidak selamanya aba-aba&lt;br /&gt;peringatan henti ini harus diucapkan. Contoh :&lt;br /&gt;Empat langkah ke depan “JALAN, bukan barisan “ jalan.&lt;br /&gt;Setelah selesai pelaksanaan dari maksud aba-aba peringatan, pasukan&lt;br /&gt;wajib berhenti tanpa abaaba berhenti.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;c. MULAI : adalah untuk dipakai pada pelaksanaan perintah yang harus dikerjakan&lt;br /&gt;berturut-turut.&lt;br /&gt;Contoh :&lt;br /&gt; - hitung - MULAI&lt;br /&gt; - tiga bersaf kumpul - MULAI&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Cara memberi aba-aba&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;a) Waktu memberi aba-pemberi aba-aba harus berdiri dalam sikap sempurna dan&lt;br /&gt;menghadap pasukan, terkecuali dalam keadaan yang tidak mengijinkan untuk&lt;br /&gt;melakukan itu.&lt;br /&gt;b) Apabila aba-aba itu berlaku juga untuk si pemberi aba-aba, maka pemberi aba-aba&lt;br /&gt;terikat pada tempat yang telah ditentukan untuknya dan tidak menghadap pasukan.&lt;br /&gt;Contoh :&lt;br /&gt;Kepada Pembina Upacara “hormat “ GERAK”&lt;br /&gt;Pelaksanaanya :&lt;br /&gt; Pada waktu memberikan aba-aba mengahdap ke arah yang diberi hormat sambil&lt;br /&gt;melakukan gerakan penghormatan bersama-sama dengan pasukan.&lt;br /&gt; Setelah penghormatan selesai dijawab/dibalas oleh yang menerima penghormatan,&lt;br /&gt;maka dalm keadaan sikap sedang memberi hormat si pemberi abaaba memberikan&lt;br /&gt;aba-aba tegak : GERAK dan kembali ke sikap sempurna.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;c) Pada taraf permulaan aba-aba yang ditunjukan kepada pasukan yang sedang&lt;br /&gt;berjalan/berlari, aba-aba pelaksanaan gerakannya ditambah 1 (satu) langkah pada&lt;br /&gt;waktu berjala, pada waktu berlari ditambah 3 (tiga) langkah.&lt;br /&gt;· Pada taraf lanjutan, aba-aba pelaksanaan dijatuhkan pada kaki kanan ditambah 2&lt;br /&gt;(dua) langkah untuk berjalan / 4 (empat) langkah untuk berlari.&lt;br /&gt;d) Aba-aba diucapkan dengan suara nyaring-tegas dan bersemangat.&lt;br /&gt;e) Aba-aba petunjuk dan peringatan pada waktu pengucapan hendaknya diberi antara.&lt;br /&gt;f) Aba-aba pelaksanaan pada waktu pengucapan hendaknya dihentakkan.&lt;br /&gt;g) Antara aba-aba peringatan dan pelaksanaan hendaknya diperpanjang disesuaikan&lt;br /&gt;dengan besar kecilnya pasukan.&lt;br /&gt;h) Bila pada suatu bagian aba-aba diperlukan pembetulan maka dilakukan perintah&lt;br /&gt;ULANG !&lt;br /&gt;Contoh: Lencang kanan = Ulangi – siap GERAK&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4045915195990991087-2376119008832917806?l=www.muslim-utami.co.cc' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://www.muslim-utami.co.cc/2011/01/peraturan-baris-berbaris-pbb.html</link><author>noreply@blogger.com (Muslim Utami)</author><thr:total>2</thr:total></item><item><guid isPermaLink='false'>tag:blogger.com,1999:blog-4045915195990991087.post-5510526939391053998</guid><pubDate>Sun, 16 Jan 2011 08:56:00 +0000</pubDate><atom:updated>2011-01-16T17:02:21.022+08:00</atom:updated><title>BERKEMAH YANG BAIK</title><description>Jadi anggota Pramuka tapi gak pernah berkemah rasanya tidaklah lengkap, karena&lt;br /&gt;penerapan metode pendidikan Kepramukaan salah satunya melalui kegiatan berkemah.&lt;br /&gt;tujuan dan salah satu upaya penerapaasaran kegiatan tentunya anda sudah mengenal&lt;br /&gt;betul. Namun demikian banyak yang kurang memahami bagaimana tatacara berkemah&lt;br /&gt;yang baik. Adakalanya bahkan memiliki resiko tinggi. Nah, bagaimana berkemah yang&lt;br /&gt;benar ? Untuk suatu perkemahan yang baik, pentahapan yang harus ditempuh adalah :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;a. Persiapan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1) Penentuan waktu, tempat, tujuan dan biaya.&lt;br /&gt;2) Pengadaan peralatan, peninjauan lokasi.&lt;br /&gt;3) Pemberitahuan dan perijinan. ( Ijin Ortu dan Keamanan setempat)&lt;br /&gt;4) Pembentukan Panitia.&lt;br /&gt;5) Membuat jadwal kegiatan/ acara dan mempersiapkan acara pengganti bila situasi&lt;br /&gt;dan kondisi cuaca berubah-ubah.&lt;br /&gt;6) Memantapkan kesiapan mental, fisik dan ketrampilan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;b. Perlengkapan Untuk Kemah Antara Lain :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Ransel, gunakan ransel yang ringan dan anti air.&lt;br /&gt;2. Pakaian perjalanan; bawalah pakaian dengan bahan yang kuat dan mempunyai&lt;br /&gt;banyak kantong.&lt;br /&gt;3. Pakaian tidur; selain training pack, bawa juga sarung untuk penahan dingin dan&lt;br /&gt;sholat, bagi yang beragama islam.&lt;br /&gt;4. Jaket tebal, dari bahan nilon berlapis kain dan berponco.&lt;br /&gt;5. Kantung tidur (sleeping bag) dan alas tidur (matras).&lt;br /&gt;6. Pakaian cadangan; masukan dalam plastic.&lt;br /&gt;7. Peralatan makan; piring, sendok, garpu, gelas/mug, tempat air.&lt;br /&gt;8. Peralatan mandi; gayung, sabun, sikat gigi, pasta gigi, sandal, handuk.&lt;br /&gt;9. Peralatan masak; misting, kompor spiritus, kompor paraffin.&lt;br /&gt;10. Sepatu; gunakan sepatu yang menutupi mata kaki.&lt;br /&gt;11. Kaos kaki; membawa cadangan kaos kaki dan simpan dalam plastic.&lt;br /&gt;12. Sarung tangan; untuk pelindung dan penahan dingin.&lt;br /&gt;13. Topi.&lt;br /&gt;14. Senter; selain utnuk penerangan, berguna juga untuk memberi isyarat.&lt;br /&gt;15. Peluit; berguna untuk berkomunikasi.&lt;br /&gt;16. Korek api; baik itu korek api gas atau korek api kayu dan simpan dalam tabung&lt;br /&gt;bekas film agar aman.&lt;br /&gt;17. Ponco; berguna untuk jas hujan, tenda darurat, alat tidur dan lain-lain. Jika tidak&lt;br /&gt;ada ponco, bawalah plastic tebal selebar taplak meja.&lt;br /&gt;18. Obat obatan pribadi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;c. Pelaksanaan Kegiatan hendaknya sesuai rencana, dilaksanakan menurut&lt;br /&gt;perkembangan keadaan dan diusahakan adanya acara pengganti atau tambahan, serta&lt;br /&gt;faktor pengamanan dan keselamatan peserta harus diperhatikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;d. Penyelesaian Pembongkaran tenda-tenda, kebersihan lingkungan dan pengecekan&lt;br /&gt;barang harus dilaksanakan secara tertib. Syarat-syarat memilih tempat berkemah&lt;br /&gt;adalah :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;a. Tanahnya rata atau sedikit miring berumput.&lt;br /&gt;b. Ada pohon pelindung.&lt;br /&gt;c. Ada saluran pengeringan pembuangan air.&lt;br /&gt;d. Dekat sumber air.&lt;br /&gt;e. Terjamin keamanannya, terutama ancaman dari binatang buas, melata/berbisa.&lt;br /&gt;f. Tidak terlalu dekat dengan kampung dan jalan raya.&lt;br /&gt;g. Tidak terlalu jauh dari pasar, pos kesehatan, pos keamanan.&lt;br /&gt;h. Hindari angin masuk ke dalam tenda, dengan cara didirikan tenda membujur&lt;br /&gt;menurut mata angin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalo kamu berkemah, ya tentu saja harus bawa tenda dan sebelum berangkat tenda&lt;br /&gt;diperiksa dahulu apakah masih bagus atau sudah banyak dengan lubang/ robek. Berapa&lt;br /&gt;kebutuhan tali dan pasak serta tongkat/bambo untuk mendirikan tenda. Jika Kotor tenda&lt;br /&gt;harus dicuci dahulu, agar dapat ditempati dengan nyaman dan sehat. Sebelum berangkat,&lt;br /&gt;perlengkapan/ barang di cek, jangan ada yang teringgal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam berkemah harus tahu tujuan, kebutuhan, kondisi dan situasi saat ini. Waktu lama&lt;br /&gt;berkemah, dan lokasi tujuan ikut menentukan barang apa saja yang harus dibawa, jadi&lt;br /&gt;sebaiknya disesuaikan, tidak semua barang harus dibawa, nanti malah dikira orang mau&lt;br /&gt;pindahan rumah ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;***Selamat Berkemah***&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4045915195990991087-5510526939391053998?l=www.muslim-utami.co.cc' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://www.muslim-utami.co.cc/2011/01/berkemah-yang-baik.html</link><author>noreply@blogger.com (Muslim Utami)</author><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink='false'>tag:blogger.com,1999:blog-4045915195990991087.post-6098943057247988592</guid><pubDate>Sun, 16 Jan 2011 08:48:00 +0000</pubDate><atom:updated>2011-01-16T16:56:30.202+08:00</atom:updated><category domain='http://www.blogger.com/atom/ns#'>Pramuka</category><title>PENGETAHUAN DASAR KEPRAMUKAAAN</title><description>1.1. KIASAN DASAR&lt;br /&gt;(1) Penggunaan Kiasan Dasar, sebagai salah satu unsur terpadu dalam&lt;br /&gt;Kepramukaan, dimaksudkanuntuk mengembangkan imajinasi, sesuai dengan usia&lt;br /&gt;dan perkembangannya yang mendorong kreativitas dan keikutsertaan dalam&lt;br /&gt;kegiatan. Kiasan Dasar tidak hanya menarik, menantang, dan merangsang tetapi&lt;br /&gt;harus disesuaikan dengan minat, kebutuhan, situasi dan kondisi anggota muda&lt;br /&gt;dan anggota dewasa muda.&lt;br /&gt;(2) Kiasan Dasar disusun atau dirancang untuk mencapai tujuan, dan sasaran&lt;br /&gt;pendidikan dalam Kepramukaan untuk tiap golongan serta merupakan proses&lt;br /&gt;Metode Kepramukaan yang bersifat tidak memberatkan anggota muda dan&lt;br /&gt;anggota dewasa muda tetapi memperkaya pengalaman.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1.2. SISTEM AMONG&lt;br /&gt;(1) Pendidikan dalam Gerakan Pramuka ditinjau dari hubungan antara pembina&lt;br /&gt;dengan anggota muda dan anggota dewasa muda menggunakan sistem among.&lt;br /&gt;(2) Sistem Among berarti mendidik anggota GerakanPramuka menjadi insan merdeka&lt;br /&gt;jasmani, rokhani, dan pikirannya, disertai rasa tanggungjawab dan kesadaran&lt;br /&gt;akan pentingnya bermitra dengan orang lain.&lt;br /&gt;(3) Sistem among mewajibkan anggota dewasa Gerakan Pramuka melaksanakan&lt;br /&gt;prinsip-prinsip kepemimpinan sebagai berikut:&lt;br /&gt;a. Ing ngarso sung tulodo maksudnya di depan menjadi teladan;&lt;br /&gt;b. Ing madyo mangun karso maksudnya di tengah membangun kemauan;&lt;br /&gt;c. Tut wuri handayani maksudnya dari belakang memberi dorongan dan pengaruh&lt;br /&gt;yang baik ke arah kemandirian.&lt;br /&gt;(4) Dalam melaksanakan tugasnya anggota dewasa wajib bersikap dan berperilaku&lt;br /&gt;berdasarkan:&lt;br /&gt;a. Cinta kasih, kejujuran, keadilan, kepatutan,kesederhanaan, kesanggupan&lt;br /&gt;berkorban dan rasa kesetiakawanan sosial.&lt;br /&gt;b. Disiplin disertai inisiatif dan tanggungjawab terhadap diri sendiri, sesama&lt;br /&gt;manusia, negara dan bangsa, alam dan lingkungan hidup, sertabertanggungjawab&lt;br /&gt;kepada Tuhan Yang Maha Esa.&lt;br /&gt;(5) Hubungan anggota dewasa dengan anggota muda dan anggota dewasa muda&lt;br /&gt;merupakan hubungan khas, yaitu setiap anggota dewasa wajib memperhatikan&lt;br /&gt;perkembangan anggota muda dan anggota dewasa muda secara pribadi agar&lt;br /&gt;perhatian terhadap pembinaannya dapat dilaksanakan sesuai dengan tujuan&lt;br /&gt;kepramukaan.&lt;br /&gt;(6) Anggota Dewasa berusaha secara bertahap menyerahkan pimpinan kegiatan&lt;br /&gt;sebanyak mungkin kepada anggota dewasa muda, sedangkan anggota dewasa&lt;br /&gt;secara kemitraan memberi semangat, dorongan dan pengaruh yang baik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1.3. KODE KEHORMATAN&lt;br /&gt;(1) Kode Kehormatan Pramuka yang terdiri atas Janji yang disebut Satya dan&lt;br /&gt;Ketentuan Moral yang disebut Darma merupakan satu unsur dari Metode&lt;br /&gt;Kepramukaan dan alat pelaksanaan Prinsip Dasar Kepramukaan.&lt;br /&gt;(2) Kode Kehormatan Pramuka dalam bentuk Janji yang disebut Satya adalah :&lt;br /&gt;a. Janji yang diucapkan secara sukarela oleh seorang calon anggota Gerakan&lt;br /&gt;Pramuka setelah memenuhi persyaratan keanggotaan;&lt;br /&gt;b. Tindakan pribadi untuk mengikat diri secara sukarela menerapkan dan&lt;br /&gt;mengamalkan janji;&lt;br /&gt;c. Titik tolak memasuki proses pendidikan sendiri guna mengembangkan visi,&lt;br /&gt;mental, moral, ranah spiritual, emosional, sosial, intelektual dan fisiknya, baik&lt;br /&gt;sebagai pribadi maupun anggota masyarakat lingkungannya.&lt;br /&gt;(3) Kode Kehormatan Pramuka dalam bentuk Ketentuan Moral yang disebut Darma&lt;br /&gt;adalah :&lt;br /&gt;a. Alat proses pendidikan sendiri yang progresif untuk mengembangkan budi&lt;br /&gt;pekerti luhur.&lt;br /&gt;b. Upaya memberi pengalaman praktis yang mendorong anggota Gerakan&lt;br /&gt;Pramuka menemukan, menghayati, mematuhi sistem nilai yang dimiliki&lt;br /&gt;masyarakat dimana ia hidup dan menjadi anggota.&lt;br /&gt;c. Landasan gerak Gerakan Pramuka untuk mencapai tujuan pendidikan melalui&lt;br /&gt;kepramukaan yang kegiatannya mendorong Pramuka manunggal dengan&lt;br /&gt;masyarakat, bersikap demokratis, saling menghormati, memiliki rasa&lt;br /&gt;kebersamaan dan gotong royong;&lt;br /&gt;d. Kode Etik Organisasi dan satuan Pramuka, dengan landasan Ketentuan Moral&lt;br /&gt;disusun dan ditetapkan bersama aturan yang mengatur hak dan kewajiban&lt;br /&gt;anggota, pembagian tanggungjawab dan penentuan putusan.&lt;br /&gt;(4) Kode Kehormatan Pramuka adalah Budaya Organisasi Gerakan Pramuka yang&lt;br /&gt;melandasi sikap, tingkah laku anggota Gerakan Pramuka dalam hidup dan&lt;br /&gt;kehidupan berorganisasi.&lt;br /&gt;(5) Kode Kehormatan Pramuka bagi anggota Gerakan Pramuka disesuaikan dengan&lt;br /&gt;golongan usia dan perkembangan rohani dan jasmaninya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1.4. VISI DAN MISI GERAKAN PRAMUKA&lt;br /&gt;VISI&lt;br /&gt;“Gerakan Pramuka sebagai wadah pilihan utama dan solusi handal masalah-masalah&lt;br /&gt;kaum”&lt;br /&gt;MISI&lt;br /&gt;1. Mempramukakan kaum mudaYang dimaksud dengan mempramukakan tidak berarti&lt;br /&gt;bahwa seluruh kaum muda itu dimasukkan sebagai anggota Gerakan Pramuka tetapi&lt;br /&gt;lebih pada tataran jiwa dan prilaku kaum muda yang sesuai dengan pramuka sebagai&lt;br /&gt;bagian dari masyarakat indonesia.&lt;br /&gt;2. Membina anggota yang berjiwa dan berwatak Pramuka, berlandaskan iman dan taqwa&lt;br /&gt;(Imtaq) serta selalu mengikuti perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi&lt;br /&gt;(Iptek)Bahwa semua sendi program pendidikan yang dilaksanakan Gerakan Pramuka&lt;br /&gt;harus dilandaskan pada Iman dan taqwa dan selalu mengikuti perkembangan ilmu&lt;br /&gt;pengetahuan dan teknologi sehingga apapun yang dilakukan perlu mengikuti&lt;br /&gt;perkembangan yang disesuaikan dengan kebutuhan pada eranya.&lt;br /&gt;3. Membentuk kader bangsa patriot pembangunan yang memiliki jiwa bela&lt;br /&gt;negaraGerakan pramuka memiliki salah satu tugas yakni menyiapkan kader bangsa&lt;br /&gt;sehingga diperlukan adanya pendidikan yang khusus. Untuk itu, karena disadari bahwa&lt;br /&gt;perlunya pendidikan bela negara sebagai bagian dari kebutuhan bangsa dan negara.&lt;br /&gt;4. Menggerakkan anggota dan organisasi Gerakan Pramuka agar peduli dan tanggap&lt;br /&gt;terhadap masalah-masalah kemasyarakatan.Hal ini dilakukan untuk memantapkan&lt;br /&gt;jati diri Gerakan Pramuka melalui kode kehormatannya dan sekaligus sebagai&lt;br /&gt;pencerminan anggota Pramuka yang tanggap terhadap permasalahan pada lingkungan&lt;br /&gt;sekitarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1.5. POKOK POKOK PENJELASAN DAN PENJABARAN DASA DARMA&lt;br /&gt;POKOK-POKOK PENGERTIAN&lt;br /&gt;1. Dasadarma adalah ketentuan moral. Karena itu, Dasadarma memuat pokok-pokok&lt;br /&gt;moral yang harus ditanamkan kepada anggota Pramuka agar mereka dapat&lt;br /&gt;berkembang menjadi manusia berwatak, warga Negara Republik Indonesia yang setia,&lt;br /&gt;dan sekaligus mampu menghargai dan mencintai sesame manusia dan alam ciptaan&lt;br /&gt;Tuhan Yang Mahaesa.&lt;br /&gt;2. Republlik Indonesia adalah Negara hukum yang berdasarkan falsafah Pancasila,&lt;br /&gt;Karena itu, rumusan Dasadarma Pramuka berisi penjabaran dari Pancasila dalam&lt;br /&gt;kehidupannya sehari-hari.&lt;br /&gt;3. Dasadarma yang berarti sepuluh tuntunan tingkah laku adalah sarana untuk&lt;br /&gt;melaksanakan satya (janji, ikar, ungkapan kata haaati). Dengan demikian, maka&lt;br /&gt;Dasadarma Pramuka pertama-tama adalah ketentuan pengamalan dari Trisatya dan&lt;br /&gt;kemudian dilengkapi dengan nilai-nilai luhur yang bermanfaat dalam tata kehidupan.&lt;br /&gt;PENJELASAN MASING-MASING DARMA&lt;br /&gt;1. Darma pertama : Takwa kepada Tuhan Yang Mahaesa&lt;br /&gt;1. Pendahuluan&lt;br /&gt;Apa yang tercantum di dalam Trisatya tentang menjalankan kewajiban terhadap Tuhan&lt;br /&gt;dan yang terdapat dalam Dasadarma pertama sudah harus sedikit dibedakan bahwa:&lt;br /&gt;Di dalam Trisatya, ungkapan itu merupakan janji (ikrar) seseorang yang diresapkan&lt;br /&gt;dalam hati atau dirinya sedangkan dalam hati atau dirinya sedngkan yang ada di dalam&lt;br /&gt;Dasadarma pertama adalah perwujudannya secara kongret dalam tingkah laku ataupun&lt;br /&gt;sikapnya, Atau dengan kata lain yang ada di dalam Trisatya itu merupakan sesuatu&lt;br /&gt;yang ada di dalam batin dan yang terdapat di dalam darma adalah yang tampak&lt;br /&gt;lahiriah. Oleh karena itu yang terdapat di dalam Dasadarma bukanlah suatu&lt;br /&gt;pengulangan, tetapi penekan&lt;br /&gt;2. Pengertian&lt;br /&gt;1. Takwa&lt;br /&gt;1. Pengertian takwa adalah bermacam-macam, antara lain: bertahan, luhur, berbakti,&lt;br /&gt;mengerjakan yang utama dan meninggalakan yang tercela, hati-hati, terpelihara, dan&lt;br /&gt;lain-lain.&lt;br /&gt;2. Pada hakekatnya takwa adalah usaha dan kegiatan seseorang yangsangat utama&lt;br /&gt;dalam perkembangan hidupnya. Bagi bangsa Indonesia yang berketuhanan Yang&lt;br /&gt;Mahaesa, yang menjadi tujuan hidupnya adalah keselamatan, perdamaian, persatuan&lt;br /&gt;dan kesatuan baik didunia maupun dikhirat, Tujuan hidup ini hanya dapat dicapai&lt;br /&gt;semata-mata dengan takwa kepada Tuhan Yang Mahaesa, yaitu:&lt;br /&gt;1. Bertahan terhadap godaangodaan hidup, berkubu dan berperisal untuk memelihara&lt;br /&gt;diri dari dorongan hawa nafsu.&lt;br /&gt;2. Taat melaksanakan ajaran-ajaran Tuhan, mengerjakan yang baik dan berguna serta&lt;br /&gt;menjauhi segala yang buruk dan yang tidak berguna bagi dirinya maupun bagi&lt;br /&gt;masyarakat serta seluruh umat manusia.&lt;br /&gt;3. Mengembalikan, menyerahkan kepada Tuhan segala darma bakti dan amal&lt;br /&gt;usahanya untuk mendapatkan penilaian; sebagaimana Tuhan menghendaki sikap&lt;br /&gt;ini merupakan sikap seseorang kepada pribadi lain yang dianggap mengatasi&lt;br /&gt;dirinya, bahkan mengatasi segala-galanya, sehingga seseorang menyatakan&lt;br /&gt;hormat dan baktinya, serta memuji, meluhurkan dan lain-lain terhadap pribadi lain&lt;br /&gt;yang dianggap Mahaagung itu,&lt;br /&gt;2. Tuhan Di sini kita dapat mencoba memahami pengertian kita tentang Tuhan baik&lt;br /&gt;berpangkal dari kemanusiaan yang antara lain dianugerahi akal budi, maupun dari&lt;br /&gt;wahyu Tuhan sendiri yang terdapat dalam kitab suci yang diturunkan kepada kita&lt;br /&gt;melalui para Nabi/ Rosul.&lt;br /&gt;1. Dari segi kemanusiaan (akal budi), Tuhan adalah zat yang ada secara mutlak yang ada&lt;br /&gt;dengan. Zat yang menjadi sumber atau sebab adanya segala sesuatu di dalam alam&lt;br /&gt;semesta (couse prima atau sebab pertama). Karena itu, Dia tidak dapat disamakan&lt;br /&gt;atau dibandingkan dengan apa saja yang ada. Dia mengatasi, melewati, dan&lt;br /&gt;menembus segala-galanya.&lt;br /&gt;2. Dari wahyu Tuhan sendiri yang dianugerahkan kepada kita melalui firman atau&lt;br /&gt;sabdaNya di dalam Kitab suci, kita dapat mengetahui bahwa Dia adalah pencipta Yang&lt;br /&gt;Maha Kuasa, Maha Murah, lagi Maha Penyayang Tuhan menjadikan alam semesta&lt;br /&gt;termasuk manusia tanpa mengambil suatu bahan atau menggunakan alat. Hanya&lt;br /&gt;kaarena afirman-Nya, alam semesta ini menjadi ada. Yang semula tidak ada menjadi&lt;br /&gt;ada, dari tingkat yang paling rendah sampai tingkat yang paling tinggi dan luhur. Dari&lt;br /&gt;yang tiada bernyawa kepada yang bernyawa dan berjiwa, Dari hasil karya Tuhan itu,&lt;br /&gt;kita dapat mengenal segala macam sifat Tuhan yang melebihi dan mengatasi apa yang&lt;br /&gt;terdapat di dalam alam semesta ini, terutama dari wahyu Tuhan sendiri. Kita juga dapat&lt;br /&gt;memahami kegaiban Tuhan. Oleh karena itu, kita tidak dapat membandingkan zat&lt;br /&gt;kodrat sifat Ilahi dengan yang ada dalam ala mini. Hal ini juga termasuk dengan sifat&lt;br /&gt;Tuhan Yang Mahaesa. Namun sebagai insane manusia, kita akan berusaha&lt;br /&gt;memahami apa arti esa pada Tuhan itu.&lt;br /&gt;3. Esa= satu/tunggal. Maksudnya bukanlah &amp;ldquo;satu&amp;rdquo; yang dapat dihitung. Satu&lt;br /&gt;yang dapat dihitung adalah satu yang dapat dibagi atau disbanding-bandingkan. Maka,&lt;br /&gt;satu atau esa pada Tuhan adalah mutlak. Satu/tunggal yang tidak dapat dibagi-bagi&lt;br /&gt;dan dibandingkan. &amp;ldquo;Tiada Tuhan selain Allah&amp;rdquo;.&lt;br /&gt;3. Berbicara tentang pengertian taakwa kepada Tuhan Yang Mahaesa tidak dapat&lt;br /&gt;dipisahkan daari pengertian moral, budi pekerti, dan akhlak. Moral, budi pekerti atau&lt;br /&gt;akhlak adalah sikap yang digerakan oleh jiwa yang menimbulkan tindakan dan&lt;br /&gt;perbuatan manusia terhadap Tuhan, terhadap sesamamanusia, sesame makhluk, dan&lt;br /&gt;terhadap diri sendir. Akhlak terhadap Tuhan Yang Mahaesa meliputi cinta, takut, harap,&lt;br /&gt;syukur, taubat, ikhlas terhadap Tuhan, mencintai atau membenci kare Tuhan. Akhlak&lt;br /&gt;terhadap Tuhan Yang Mahaesa mengandung unsure-unsur takwa, berimankepada&lt;br /&gt;Tuhan Yang Mahaesa, dan berbudi pekerti yang luhur. Akhlak terhadap sesame&lt;br /&gt;manusia atau terhadap masyarakat mencakup berbakti kepada orang tua, hubungan&lt;br /&gt;baik antara sesame, malu, jujur, ramah, tolong menolong, harga menghargai, memberi&lt;br /&gt;maaf, memelihara kekeluargaan, dan lain-lainnya. Akhalakterhadap sesame manusia&lt;br /&gt;mengandung unsur hubungan kemanusia mengandung unsur hubungan kemanusiaan&lt;br /&gt;yang baik akhlak terhadap sesama akhluk Tuhan yang hidup ataupun benda mati&lt;br /&gt;mencakup belas kasih, suka memelihara, beradab, dan sebagainya, Akhlak terhadap&lt;br /&gt;sesame makhluk Tuhan mengandung unsur peri kemanusiaan. Akhlak terhadap diri&lt;br /&gt;sendiri meliputi: memelihara harga diri, berani membela hak, tanggungjawab,&lt;br /&gt;menjauhkan diri dari takabur, sifat-sifat bermuka dua sifat pengecut, dengki, loba,&lt;br /&gt;tamak, lekas putus asa, dan sebagainya. Akhlak terhadap diri sendiri mengandung&lt;br /&gt;unsure budi pekerti yang luhur, berani mawas diri, mampu menyesuaikan diri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Pelaksanaan&lt;br /&gt;1. Sesuai dengan tujuan Gerakan Pramuka yang mengarahkan didik menjadi manusia&lt;br /&gt;yang berkepribadian dan berwatak luhur, dan juga karena falsafah hidup bangsa&lt;br /&gt;Indonesia berdasarkan Pancasila, maka sudahseharusnyalah iman kepada Tuhan dari&lt;br /&gt;masing-masing anak didik itu diperdalam dan diperkuat.iman anak didik kepada Tuhan&lt;br /&gt;itu bellum cukup kalau hanya kita berikan pengajaran lisan/tertullis tanpa ada&lt;br /&gt;perwujudan kongkret dalam tingkah lakkku kehidupan anak didik. Maka, apa yang&lt;br /&gt;diimani dari agama dan kepercayaan tentang Tuhan haruslah dijabarkan dalam sikap&lt;br /&gt;hidupnya yang nyata dan dapat dirasakan oleh llingkungannya, karena itu akan&lt;br /&gt;terdapat kepicangan apabila Gerakan Pramuka hanya dapat mengemukakan ajaran&lt;br /&gt;tentang takwa kepada Tuhan Yang Mahaesa ini, tetapi kurang memberikan bimbingan&lt;br /&gt;dan kesempatan kepada peserta didik untuk melaksanakan darmanya yang pertama&lt;br /&gt;ini. Untuk mewujudkan cita-cita Gerakan Pramuka, dalam hal ini banyak caran dan&lt;br /&gt;metode yang dapat dilaksanakan, sesuai dengan tingkat umur dan kemampuan anak&lt;br /&gt;didik dan kepercayaan masing-masing. Cara atau metode dapaat berlainan, tetapi&lt;br /&gt;tujuannya kiranya hanya satu, ialah terciptanya manusia Indonesia yang utuh dan&lt;br /&gt;sempurna (Pancasilais). Segala macam ketentuan moral/kebaikan yang tersimpan&lt;br /&gt;dalamajaran agama (seperti tertera dalam darma-darma yang berikut)seharusnyalah&lt;br /&gt;dikembangkan dalam sikap hidup anak didik. Darma-darma itu merupakan bentukbentuk&lt;br /&gt;perwujudan kongret dari takwanya kepada Tuhan di samping doa, sembahyang,&lt;br /&gt;dan bentuk peribadatan lain. Sebagai Contoh. Sikap cinta dan kasih saying, etia, patuh,&lt;br /&gt;adil, suci,dan lain-lain adalah merupakan pengejawantahan dan perwujudan dari&lt;br /&gt;ketakwaan seseorang kepada Tuhan. Sulit untuk mengatakan bahwa sebenarnya tidak&lt;br /&gt;jujur orang mengarahkan dia itu takwa kepada Tuhan, tetapi dalamhidupnya dia&lt;br /&gt;bertindak dan bersikap membenci, curang, tidak adil, dan sebagainya terhadap&lt;br /&gt;sesamanya.&lt;br /&gt;2. Maka dari itu, dalam prakteknya, mengembangan ketakwaan kepada Tuhan dapat&lt;br /&gt;dilaksanakan dalam segala kegiatan kepramukaan mulai dari bermain dampai kepada&lt;br /&gt;bekerja sama dan hidup bersama. Dalam kegiatan permainan, kita sudah dapat&lt;br /&gt;menamkan sifat-sifat jujur, patuh, setia dan tabah. Kalau anak sudah dibiasakan&lt;br /&gt;bermaian seperti itu, maka dia akan berkembang menjadi pribadi yang baik, berwatak&lt;br /&gt;luhur dan berkepribadian. Akhirnya, akan berguna bagi sesame manusia, masyarakat,&lt;br /&gt;bangsa dan negaranya. Semua ini tiada lain didasarkan pada takwanya kepada Tuhan.&lt;br /&gt;3. Menuntun anak untuk melaksanakan ibadah,&lt;br /&gt;4. Menyelenggarakan peringatan-peringatan hari besar agama.&lt;br /&gt;5. Menghormati orang beragama lain.&lt;br /&gt;6. Menyelenggarakan cermah keagamaan.&lt;br /&gt;7. Menghormati orang tua.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Darma kedua: Cinta alam dan kasih sayang sesama manusia&lt;br /&gt;a. Pengertian&lt;br /&gt;1. Tuhan Yang Mahaesa telah menciptakan seluruh alam semesta yang terdiri dari&lt;br /&gt;manusia, binatang, tumbuhan-tumbuhan, dan benda-benda alam. Bumi, alam, hewan,&lt;br /&gt;dan tumbuh-tumbuhan tersebut diciptakan Allah bagi kesejahteraan manusia.Karena&lt;br /&gt;itu, sudah selayaknya pemberian Allah ini dikelola, dimanfaatkan, dan dibangun.&lt;br /&gt;Sebagai makhluk Tuhan yang lengkap dengan akal budi, rasa, karsa dan karya, serta&lt;br /&gt;dengan kelima inderia manusia patut mengetahui makna seluruh ciptaana-NYa. Wajar&lt;br /&gt;dan pantaslah Pramuka, secara alamiah, melimpahkan cinta kepada alam sekitarnya&lt;br /&gt;(benda alam, satwa, dan tumbuhtumbuhan), kasih sayang kepada sesama manusia&lt;br /&gt;dan sesama hidup serta menjaga kelestariannya. Kelestarian benda alam, satwa, dan&lt;br /&gt;tumbuh-tumbuhan perlu dijaga dan dipelihara kaarena hutan tanah, pantai, fauna, dan&lt;br /&gt;flora serta laut merupakan sumber alam yang perlu dikembangan untuk menunjang&lt;br /&gt;kehidupan generasi kini dan dipelihara kelestariannya untuk kehidupan generasi&lt;br /&gt;mendatang. Di samping itu, sebagai Negara kepulauan pemanfaatan wilayah pesisir&lt;br /&gt;dan lautan yang sekaligus memelihara kelestarian sumber ala mini dengan&lt;br /&gt;menanggulangi pencemaran laut, perawatan hutan, hutan bakau dan hutan payau,&lt;br /&gt;serta pengembangan budi daya laut menduduki tempat yang penting pula.&lt;br /&gt;2. Yang dimaksud dengan cinta dan kasih saying apabila manusia dapat ikut merasakan&lt;br /&gt;suka dan derita alam sekitarnya khususnya manusia. Kelompok-kelompok manusia ini&lt;br /&gt;merupakan bangsa-bangsa dari Negara yang terdapat di dunia ini. Bila kita ingindan&lt;br /&gt;mau mengerti dan bergaul dengan bangsa lain maka rasa kasih sayanglah yang dapat&lt;br /&gt;mendekatkan kita dengan siapa pun. Dengan demikian, akan terciptalah perdamaian&lt;br /&gt;dan persahabatan antar manusia maupun antar bangsa. Khususnya sebagai seorang&lt;br /&gt;Pramuka menganggap Pramuka lainnya baik dan Indonesia maupun dari bangsa lain&lt;br /&gt;sebagai saudaranya kaarena masing-masing mempunyai satya dan darma sebagai&lt;br /&gt;ketntuan moral. Pramuka Indonesia yang bertujuan menjadi manusia yang&lt;br /&gt;berkepribadian dan berwatak luhur sudah sepantasnyalah jika ia berusaha&lt;br /&gt;meninggalkan watak yang dapat menjauhkan ia dengan ciptaan Tuhan lainnya dengan&lt;br /&gt;memiliki sifat-sifat yang penuh rasa cinta dan kasih saying.&lt;br /&gt;3. Darma ini adalah tuntunan untuk mengamalkan sila kedua dari Pancasila&lt;br /&gt;b. Pelaksanaan dalam hidup sehari-hari.&lt;br /&gt;1) Membawa peserta didik kea lam bebas kebun raya agar mengetahui dan mengenal&lt;br /&gt;berbagai jenis tumbuhn-tumbuhan, Anjurkanlah kepada meereka memelihara tenaman&lt;br /&gt;di rumah masing-masing. Hal ini dapat dijadikan persyaratan untuk mencapai tanda&lt;br /&gt;kecakapan khusus.&lt;br /&gt;2) Begitu pula halnya sikap kita terhadap binatang, perkenalakan peserta didik dengan&lt;br /&gt;sifat masing-masing jenis binatang untuk mengetahui manfaatnya. Anjurkan juga&lt;br /&gt;memelihara dengan baik binatang yang mereka miliki. 1.Kasih sayang sesame manusia&lt;br /&gt;tidak lepas dari perwujudan kerendahan diri manusia sebagai makhluk terhadap&lt;br /&gt;keagungan pencipta-Nya. Ketakwaan kita kepada Tuhan Yang Mahaesa wajib dihayati&lt;br /&gt;sepanjang hidup. Di samping itu, perlu membangun watak utama antara lain, tidak&lt;br /&gt;mementingkan diri pribadi, menghargai orang lain meskipun tidak sebangsa dan&lt;br /&gt;seagama. Demikian pula, bersaudara dengan Pramuka sedunia.&lt;br /&gt;3) Siapa pun yang kita kenal dan kita dekati lambaat-laun akan timbul rasa cinta alam dan&lt;br /&gt;kasih saying sesama manusia. Rasa inilah yang dapat menggugah rasa dekat dengan&lt;br /&gt;Alkhalik, karena tidak terhalang oleh rasa benci, marah dan sifat-sifat yang tidak terpuji,&lt;br /&gt;dengan demikian, kita menyadari keagungan Tuhan Yang Mahaesa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Darma Ketiga : Patriot yang sopan dan ksatria&lt;br /&gt;a. Pengertian&lt;br /&gt;1. Patriot berarti putra tanah air, sebagai seorang warga Negara Reoublik Indonesia,&lt;br /&gt;seorang Pramuka adalah putra yang baik, berbakti, setia dan siap siaga membela&lt;br /&gt;tanah airnya.&lt;br /&gt;2. Sopan adalah tingkah laku yang halus dan menghormati orang lain. Orang yang&lt;br /&gt;sopan bersikap ramah tamah dan bersahabat bukan pembenci dan selalu disukai&lt;br /&gt;orang lain.&lt;br /&gt;3. Ksatria adalah orang yang gagah berani dan jujur. Ksatria juga mengandung arti&lt;br /&gt;kepahlawanan, sifat gagah berani dan jujur. Jadi, kata ksatria mengandung makna&lt;br /&gt;keberanian, kejujuran, dan kepahlawanan.&lt;br /&gt;4. Seorang Pramuka yang mematuhi darma ini, bersma-sama dengan warga Negara&lt;br /&gt;yang lain mempunyai satu kata hati dan satu sikap mempertahankan tanah airnya,&lt;br /&gt;menjunjung tinggi martabat bangsanya.&lt;br /&gt;5. Darma ini adlah tuntunan untuk mengamalkan Pancasila ketiga.&lt;br /&gt;b. Pelaksanaan dalam Hidup Sehari-hari&lt;br /&gt;1. Membiasakan dan mendorong anggota Pramuka untuk :&lt;br /&gt;1) Menghormati dan memahami serta menghayati lambing Negara, bendera sang&lt;br /&gt;Merah Putih dan lagu kebangsaan Indonesia Raya.&lt;br /&gt;2) Mengenal nilai-nilai luhur bangsa Indonesia sepeerti kekeluaargaan, gotongroyong,&lt;br /&gt;rmah tamah, religious, dan lain-lain.&lt;br /&gt;3) Mencintai bahasa, seni budaya, dan sejarah Indonesia.&lt;br /&gt;4) Mengerti, menghayaati, mengamalkan dan mengamankan Pancasila.&lt;br /&gt;2. Mengenal adat-istiadat suku-suku bangsa di Indonesia.&lt;br /&gt;3. Mengutamakan kepentingan umum dari pada kepentingan diri pribadi. Selalu&lt;br /&gt;membantu dan membela yang lemah dan yang benar.&lt;br /&gt;4. Membiasakan diri berani mengakui kesalah dan membenaarkan yang benar.&lt;br /&gt;5. Menghormati orang tua, guru dan pemimpin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Darma keempaat: Patuh dan suka bermusyawarah.&lt;br /&gt;1. Pengertian&lt;br /&gt;Patuh berarti setia dan bersedia melakukan sesuaaatu yang sudah disepakati dan&lt;br /&gt;ditentukan.Musyawarah adalah laku utama seorang democrat yang menghormati&lt;br /&gt;pendapat orang lain. Orang yang suka bermusyawarah terhindar dari sikap yang&lt;br /&gt;otoriter dan semau sendiri. Dalam setiap gerak dan tindakan yang menyangkut orang&lt;br /&gt;lain, seorang lain baik dengan orang-orang yang terikat dalam pekerjaan atau dalam&lt;br /&gt;bentuk-bentuk organisasi.Darma adalah tuntunan untuk mengamalkan Pancasila&lt;br /&gt;keempat.&lt;br /&gt;2. Pelaksanaan dalam Hidup Seharihari&lt;br /&gt;Membiasakan diri untuk menepati janji, mematuhi peraturan yang ditetapkan di&lt;br /&gt;gugusdepan dan mematuhui peraturan di RT/RK, kampung dan desa, sekolah dan&lt;br /&gt;peratur perundang-undangan yang berlaku. Misalnya, setia mengikuti latihan&lt;br /&gt;membayar iuran, menaati peraturan lalu llintas dan lain-lain.&lt;br /&gt;Belajar mendengar pendapat orang, menghargai gagasan orang&lt;br /&gt;lain.Membiasakan untuk merumuskan kesepakatan dengan memperhaaatikan&lt;br /&gt;kepentingan orang banyakMembiasakan diri untuk bermusyawarah sebelum&lt;br /&gt;melaksanakan suatu kegiatan (misalnya akan berkemah, widyawisata dan lain-lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. Darma kelima: Rela menolong dan tabah&lt;br /&gt;a. Pengertian&lt;br /&gt;1. Rela atau ikhlas adalah perbuatan yang dilakukan tanpa memperhitungkan&lt;br /&gt;untung dan rugi (tanpa pamrih). Rela menolong berarti melakukan perbuatan baik&lt;br /&gt;untuk kepentingan orang lain yang kurang mampu. Dengan maksud, agar orang yang&lt;br /&gt;ditolong itu dapat menyelesaikan maksudnya atau kemudian mampumerampungkan&lt;br /&gt;masalah seta tantangan yang dihadapi.&lt;br /&gt;2. Tabah atau ulet adalah suatu sikap jiwa tahan uji. Meskipun seseorang mengetahui&lt;br /&gt;bahwa menjalankan tugasnya akan menghadapi kesulitan, tetapi ia tidak mundur dan&lt;br /&gt;tidak ragu.&lt;br /&gt;3. Darma ini adalah tuntunan untuk mengamalkan Pancasila sila kelima.&lt;br /&gt;b. Pelaksanaan dalam Hidup sehari-hari Membiasakan diri cepat menolong kecelakaan&lt;br /&gt;tanpa diminta&lt;br /&gt;1. Membantu menyeberang jalan untuk orang tua, wanita.&lt;br /&gt;2. Memberi tempat di tempat umum kepada orang tua dan wanita.&lt;br /&gt;3. Membiasakan secara bertahap untuk mengatasi masalah-masalah dalam&lt;br /&gt;kehidupan sehari-hari di rumah, dan dimasyarakat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6. Darma keenam : Rajin, terampil, dan gembira&lt;br /&gt;a. Pengertian&lt;br /&gt;1. Rajin Manusia dibedakan dengan makhluk hidup yang lain kaarena ia diciptakan&lt;br /&gt;mempunyai akal budi. Dengan demikian harus mengmbangkan diri dengan&lt;br /&gt;membaca, menulis, dan belajar, Dengan perkataan lain, ia menjalani proses kodrati&lt;br /&gt;dalam mendidik diri. Lebih-lebih lagi, perkembangan ilmu pengetahuan dan&lt;br /&gt;teknologi telah melejit demikian cepat, maka menjadi kewajiban kita semua untuk&lt;br /&gt;mendorong anak didik (juga orang dewasa) untuk selalu rajin belajar, selalu&lt;br /&gt;berusaha dengan tekun, senantiasa tetap mengembangkan dirinya, dan selalu tertib&lt;br /&gt;melaksanakan tugas.&lt;br /&gt;2. Terampil Setiap manusia haarus beeerupaya untuk dapat berdiri di atas kaki sendiri.&lt;br /&gt;Untuk hal itu, yang menjadi syarat utama adalah keahlian dan keterampilan serta&lt;br /&gt;dapat mengerjakan suatu tugas dengan cepat dan tepat dengan hasil yang baik.&lt;br /&gt;3. Gembira Manusia itu hidup dan menghidupi dengan mencari jalan bagaimana&lt;br /&gt;hidup yang baik. Untuk itu ia harus bekerja mencari nafkah, dan bersama-sama&lt;br /&gt;dengan orang lain ia bekerja sama. Banyak kesulitan, rintangan, dan hambatan&lt;br /&gt;yang dihadapi. Dan tantangan ini akan diatasi dengan dorongan motivasi yang kuat.&lt;br /&gt;Suatu upaya untuk mendapat motivasi ini adalah manusia harus dapat berfikir&lt;br /&gt;cerah, berjiwa tenang, dan seimbang. Hal ini dapat dicapai bila manusia selalu&lt;br /&gt;mencari hal-hal yang positip dan optimistis. Sikap ppositip, optimis ini diperoleh&lt;br /&gt;dengan laku yang riang sehingga menimbulkan suasana gembira. Kegembiraan&lt;br /&gt;adalah perasaan senang dan bangga yang menimbulkan kegiatan dan bahkan rasa&lt;br /&gt;keberanian.&lt;br /&gt;4. Rajin, terampil, dan gembira perlu selalu diterapkan dalam setiap usaha dan kegiatan.&lt;br /&gt;b. Pelaksanaan dalam Hidup Sehari-hari&lt;br /&gt;1) Rajin&lt;br /&gt;1. Biasakan membaca buku yang baik.&lt;br /&gt;2. Biasakan untuk membuaat karya tulis.&lt;br /&gt;3. Selenggarakan diskusi-diskusi untuk belajar; mengolah pikiran, mengemukakan&lt;br /&gt;pendapat.&lt;br /&gt;4. Tentukan jadwal harian yang tetap untuk belajar. Belajar selama dua jam sehari&lt;br /&gt;adalah layak.&lt;br /&gt;5. Atur kegiatan dengan menyesuaikan dengan kegiatan di sekolah, di rumah dan&lt;br /&gt;Gerakan Pramuka.&lt;br /&gt;6. Membiasakan untuk menyusun jadwal kegiatan sehari-hari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2) Bekerja&lt;br /&gt;1. Jelaskan bahwa dibalik kesulitan, kegagalan, dan kekewaan selalu terdapat hal-hal&lt;br /&gt;yang baik dan berguna.&lt;br /&gt;2. Biasakan bekerja menurut manfaat dan disesuaikan dengan kemampuan.&lt;br /&gt;3. Jangan terlula cepat menegur, mengkertik atau menyalahkan orang lain.&lt;br /&gt;4. Hargai dan tonjolkan suatu prestasi kerja.&lt;br /&gt;5. Berikan beban dan tugas yang terus berkembang.&lt;br /&gt;6. Berusaha untuk bekerja dengan rencana.&lt;br /&gt;7. Bergembiralah dalam tiap usaha.&lt;br /&gt;8. Selesaikan setiap tugas pekerja, jangan tunda sampai esok hari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3) Terampil&lt;br /&gt;1. Pilihlah suatu jenis kemahiran dan keahlian yang sesuai dengan bakat.&lt;br /&gt;2. Latih terusmenerus.&lt;br /&gt;3. Jangan cepat puas setelah selesai mengerjakan sesuatu.&lt;br /&gt;4. Mintalah tuntunan dari orang yang lebih berpengalaman.&lt;br /&gt;5. Jangan menolak tugas pekeerjaan apa pun yang diberikan pada Saudara.&lt;br /&gt;Laksanakan tugas dengan sebaik-baiknya sesuai dengan kemampuan yang ada.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;7. Darma ketujuh: Hermat, cermat, dan bersahaja&lt;br /&gt;a. Pengertian&lt;br /&gt;1) Hemat&lt;br /&gt;1. Hemat bukan beraaati &amp;ldquo;kikir&amp;rdquo; tetapi lebih terarah kepada dapatnya&lt;br /&gt;seorang Pramuka melakukan dan mengunakan suatu secara tepat menurut&lt;br /&gt;kegunaannya.&lt;br /&gt;2. Secara rohaniah, dapat berarti suatu usaha memerangi hawa nafsu manusia&lt;br /&gt;dari keinginan berlebihan yang merugikan diri sendiri dan orang lain;(uang,&lt;br /&gt;mendisiplinkan diri sendiri). Menghemat bukan berarti a social tapi untuk lebih&lt;br /&gt;memungkinkan dalam memberi kemungkinan usaha social ke pihak lain, (luang,&lt;br /&gt;tenaga, waktu dan sebagainya) yang lebih menguntungkan.&lt;br /&gt;3. Secara material, dapat berarti memanfaaatkan sesua(materi) menurut keperluan&lt;br /&gt;sehingga usaha tidak berguna dapat dibendung sehingga dapat berguna bagi&lt;br /&gt;dia sendiri dan ornag lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2) Cermat; Cermat lebih berarti “teliti”&lt;br /&gt;sikap selaku seorang Pramuka harus senantiasa teliti baik terhadap dirinya sendiri&lt;br /&gt;(introspeksi) maupun yang datangnya dari laur dirinya sehingga ia senantiasa&lt;br /&gt;waspada. Hal ini dapat dilakukan melalui proses berfikir, mengitung, dan&lt;br /&gt;mempertimbangkan segala sesuatu, untuk berbuat. Seorang Pramuka harus&lt;br /&gt;cerdas, terampil agar ia senantiasa terhindar dari kekeliruan dan kesalahan. Ia&lt;br /&gt;harus berusaha untuk berbuat sesuatu dengan terencana dan yang bermanfaat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3) Bersahaja Hal ini lebih berarti, sederhana kesederhanaan yang wajar dan tidak&lt;br /&gt;berlebih-lebihan sehingga dapat memberi kemungkinan penggambaran jiwa untuk&lt;br /&gt;(penampilan diri) dan menimbulkan kemampuan untuk hidup dengan apa yang&lt;br /&gt;didapat secaara halal tanpa merugikan diri sendiri dan ornag lain. Ia harus dapat&lt;br /&gt;menyerasikan antara keinginkan dan kemampuan, Bersahaja juga dapat berarti&lt;br /&gt;keberanian untuk menyatakan sesuatu yang sebenarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;b. Pelaksanaan dalam Hidup Sehari-hari&lt;br /&gt;Menggunakan waktu dengan tepat ke sekolah, tidur, makan, latihan dan&lt;br /&gt;sebagainya.Tidak ceroboh.Bertindak dengan teliti pada waktu yang tepat agar ia tidak&lt;br /&gt;dirusakkan oleh keinginan jahat dari luar. Sadar akan dirinya sebagai suatu&lt;br /&gt;pribadi.Berpakaian yang sederhana tanpa perhiasan yang berlebihan-lebihanMeneliti&lt;br /&gt;sahulu sebellllum berbuat sesuaatu agar terjadi ketepatan di dalam&lt;br /&gt;pelaksanaannya.Penggunaan listrik (siang hari dimatikan).Pengguna air tidak terbuang&lt;br /&gt;percuma.Memeriksa pekerjaan sebelum diserahkan kepada Pembina. Menggunakan&lt;br /&gt;uang jajaan dengan hemat.Membiasakan anak belanja kewarung dan pasar dengan&lt;br /&gt;teratur. Memberi anak tanggung jawab untuk tugs di rumah dan lain-lain.Membiasakan&lt;br /&gt;untuk menabung Bekerja berdasarkan manfaat dan rencana .&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;8. Darma kedelapan: Disiplin, berani dan Setia&lt;br /&gt;a. Pengertian&lt;br /&gt;1. Disiplin dalam pengertian yang luas berarti paaaaaatuh dan mengikuti pemimpin&lt;br /&gt;dan atau ketentuan dan peraturan.&lt;br /&gt;2. Dalam pengertian yang lebih khusus, disiplin berti mengekang dan mengendalikan&lt;br /&gt;diri.&lt;br /&gt;3. Berani adalah suatu sikap mental untuk bersedia menghadapi dan mengatasi suatu&lt;br /&gt;masalah dan tantangan.&lt;br /&gt;4. Setia berarti tetap pada suatu pendirian dan ketentuan.&lt;br /&gt;5. Dengan demikian, maka berdisiplin tidak secara membabi buta melaksanakan&lt;br /&gt;perintah, ketentuan dan peraturan, sebagai manusia ciptaan Tuhan, seseorang&lt;br /&gt;harus berani berbuaaaat berdasarkan pertimbangan dan nilai yang lebih tinggi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;b. Pelaksanaan dalam Hidup Sehari-hari&lt;br /&gt;1. Berusaha untuk mengendalikan dan mengaaaatur diri (self disiplin).&lt;br /&gt;2. Mentaati peraaturan.&lt;br /&gt;3. Menjalani ajaran dari ibadah agama,&lt;br /&gt;4. Belajar untuk menilai kenyataan, bukti dan kebenaran suatu keterangan (informasi).&lt;br /&gt;5. Patuh dengan pertimbangan dan keyakinan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;9. Darma kesembilan: Bertanggungjawab dan dapat dipercaya&lt;br /&gt;a. Pengertian dan Pelaksanaan dalan Hidup sehari-hari.&lt;br /&gt;1. Yang dimaksud dengan bertanggungjawab ialah :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pramuka itu bertanggungjawab atas segala sesuatu yang diperbuat baik atas&lt;br /&gt;perinnntah maupun tidak, terutama secara pribadi bertanggungjawab terhadap Negara,&lt;br /&gt;bangsa, masyarakat dan keluarga misalnya :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Segala sesuatu yng diperintahkan kepadanya, harus dilakukan dengan penuh rasa&lt;br /&gt;tanggungjawab.&lt;br /&gt;2. Segala sesuatu yang dilakukan atas kehendak sendiri dilakukan dengan penuh rasa&lt;br /&gt;tanggungjawab.&lt;br /&gt;3. Pramuka harus berani bertanggungjawab atas suatu tindakan yang diambil, di luar&lt;br /&gt;perintah yang diberikan kepadanya karena perintah tersebut tidak dapat atau sulit&lt;br /&gt;dilaksanakannya,&lt;br /&gt;4. Seorang Pramuka tidak akan mengelakkan suaatu tanggungjawab dengan suatu&lt;br /&gt;alasan yang dicari-cari, Tujuannya adalah mendidik dan memasukkan suaaatu&lt;br /&gt;tanggungjawab yang besar kepadanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Yang dimaksud dengan dapat dipercaya ialah :&lt;br /&gt;Pramuka itu dapat dipercaya, baik perkataannya maupun perbuatannya. Misalnya:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Dapat dipercaya itu berarti juga jujur, yaitu jujur terhadap diri sendiri, terhadap anak&lt;br /&gt;didik dan terhadap orang lain terutama yang menyangkut uang, materi dan lain-lain.&lt;br /&gt;2. Pramuka dapat dipercaya atas kata-katannya, perbuatannya dan lain sebagainya,&lt;br /&gt;apa yang dikatakannya tidaklah suaaatu karangan yang dibuat-buat.&lt;br /&gt;3. Apabila ia ditugaskan untuk melaksanakan sesuatu, maka ia dapat dipercaya&lt;br /&gt;bahwa ia pasti akan melaksanakannya dengan sebaik-baiknya.&lt;br /&gt;4. Dalam kehidupan sehari-hari dimana dan kapan pun juga Pramuka dapat dipercaya&lt;br /&gt;bahwa ia tidak akan berbuat sesuatu yang tidak baik, meskipun tidak ada orang&lt;br /&gt;yang tahu atau yang mengawasinya.&lt;br /&gt;5. Selalu menepati waktu yang sudah ditentukan, Tujuan adalah mendidik Pramuka&lt;br /&gt;menjadi oarnag yang jujur dan yang dapat dipercaya akan segalati ngkah lakunya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;10. Darma kesepuluh : Suci dalam pikiran Perkataan dan perbuatan&lt;br /&gt;a. Pengertian&lt;br /&gt;1. Seorang Pramuka dikatakan matang jiwanya, bila Pramuka itu dalam setiap tingkah&lt;br /&gt;lakunya sudah mengambarkan laku yang suci dalam pikiran, perkataan dan&lt;br /&gt;perbuatan&lt;br /&gt;2. Suci dalam pikiran berate bahwa Pramuka tersebut selalu melihat dan memikirkan&lt;br /&gt;sesuatu itu pada segi baiknya atau ada hikmahnya dan tidak terlintas sama sekali&lt;br /&gt;pemikiran ke arah yang tidak baik.&lt;br /&gt;3. Suci dalam perkataan setiap apa yang telah dikatakan itu benar, jujur seerta dapat&lt;br /&gt;dipercaya dengan tidak menyinggung perasaan orang lain.&lt;br /&gt;4. Suci dalam peerbuatan sebagai akibat dari pikiran dan perkataan yang suci, maka&lt;br /&gt;Pramuka itu harus sanggup dan mampu berbuat yang baik dan benar untuk&lt;br /&gt;kepentingan Negara, bangsa, agama dan keluarga.&lt;br /&gt;5. Dengan selalu melakukan pikiran, perkataan dan perbuatan yang suci akan&lt;br /&gt;menimbulkan pengertian dan kesadaran menurut siratan jiwa Pramuka sehingga&lt;br /&gt;Pramuka itu memukan dirinya sesuai dengan tujuan Gerakan Pramuka Antaranya: “&lt;br /&gt;Menjadi manusia yang berkepribadian dan berwatak luhur, tinggi metal-moral budi&lt;br /&gt;pekerati dan kuat keyakinan beragamanya”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;b. Pelaksanaan dalam Hidup Sehari-hari&lt;br /&gt;1. Seorang Pramuka selalu menyumbangkan pikirannya yang baik, tidak berprasangka,&lt;br /&gt;dan tidak boleh mempunyai sikap-sikap yang teercela dan selalu menghargai&lt;br /&gt;pemikiran-pemikiran orang lain. Sehingga timbul salaing haarga menghargai&lt;br /&gt;sesame manusia dalam kehidupannya sehari-hari.&lt;br /&gt;2. Seorang Pramuka akan selalu berhati-hati dan berusaha sekuat tenaga untuk&lt;br /&gt;mengendalikan diri aterhadap ucapannya, dan menjauhkan diri dari perkataanperkataan&lt;br /&gt;yang tidak pantas dan menimbulkan ketidak percaayaan orang lain.&lt;br /&gt;3. Seorang Pramuka akan menjadi contoh pribadi dalam segala tingkah lakunya dan&lt;br /&gt;menjauhkan diri dari perbuatan-perbuatan yang jelek yang terdapat dalam&lt;br /&gt;kehidupan masyarakat.&lt;br /&gt;4. Setiap Pramuka mempunyai pegangan hidup yaitu agama, jelas di sini bahwa&lt;br /&gt;Pramuka itu beragama bukan hanya dalam pikiran dan perkataan belaka, tetapi&lt;br /&gt;keberagamaan Pramuka tercermin pula dalam perbuatan yang nyata.&lt;br /&gt;5. Usaha agar Pramuka itu satu dalam kata dan perbuatannya.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4045915195990991087-6098943057247988592?l=www.muslim-utami.co.cc' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://www.muslim-utami.co.cc/2011/01/pengetahuan-dasar-kepramukaaan.html</link><author>noreply@blogger.com (Muslim Utami)</author><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink='false'>tag:blogger.com,1999:blog-4045915195990991087.post-5319403422335398435</guid><pubDate>Sun, 16 Jan 2011 08:44:00 +0000</pubDate><atom:updated>2011-01-16T16:47:38.097+08:00</atom:updated><category domain='http://www.blogger.com/atom/ns#'>Pramuka</category><title>SALAM PRAMUKA</title><description>Salam (Penghormatan) wajib dilakukan bagi semua anggota Pramuka. Salam adalah&lt;br /&gt;suatu perwujudan dari penghargaan seseorang kepada orang lain atau dasar tata susila&lt;br /&gt;yang sesuai dengan kepribadian bangsa Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Fungsi Salam Pramuka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salam untuk melahirkan disiplin, tata tertib yang mewujudkan suatu ikatan jiwa yang kuat ke dalam maupun ke luar, yang hanya dapat dicapai dengan adanya saling menyampaikan penghormatan yang dilakukan secara tertib, sempurna dan penuh keikhlasan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam menyampaikan salam, baik yang memakai topi atau tidak, adalah sama yaitu&lt;br /&gt;dengan cara melakukan gerakan penghormatan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salam Pramuka digolongkan menjadi 3 macam :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Salam Biasa. Yaitu salam yang diberikan kepada sesama anggota Pramuka.&lt;br /&gt;2. Salam Hormat. Yaitu salam yang diberikan kepada seseorang atau sesuatu yang&lt;br /&gt;kedudukannya lebih tinggi.&lt;br /&gt;3. Salam Janji. Yaitu salam yang dilakukan ketika ada anggota Pramuka yang sedang&lt;br /&gt;dilantik (Dalam pengucapan janji yaitu Tri Satya atau Dwi Satya)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk Salam hormat diberikan kepada :&lt;br /&gt;*Bendera kebangsaan ketika dalam Upacara.&lt;br /&gt;* Jenasah yang sedang lewat atau akan dimakamkan.&lt;br /&gt;*Kepala Negara atau wakilnya, Panglima tinggi, para duta besar, para menteri dan&lt;br /&gt;pejabat lainnya.&lt;br /&gt;* Lagu Kebangsaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekian dan Salam Pramuka !&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4045915195990991087-5319403422335398435?l=www.muslim-utami.co.cc' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://www.muslim-utami.co.cc/2011/01/salam-pramuka.html</link><author>noreply@blogger.com (Muslim Utami)</author><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink='false'>tag:blogger.com,1999:blog-4045915195990991087.post-8255665111931819967</guid><pubDate>Sun, 16 Jan 2011 08:33:00 +0000</pubDate><atom:updated>2011-01-16T16:35:06.656+08:00</atom:updated><title>Makluk Halus</title><description>Anjing peliharaan melong-long (berteriak panjang bukan menggong-gong)&lt;br /&gt;tengah malam&lt;br /&gt;bermakna, bahwa ada keluarga kita yang telah meninggal dunia sedang mengunjungi&lt;br /&gt;anda&lt;br /&gt;Anjing peliharaan melong-long lewat tengah malam&lt;br /&gt;bermakna, bahwa ada setan gentayangan yang sedang berkeliaran disekitar rumah kita&lt;br /&gt;Anjing peliharaan bersuara perlahan sambil kepala menunduk dan bulu-&lt;br /&gt;bulunya berdiri dimalam hari&lt;br /&gt;bermakna, bahwa di dalam rumah kita sedang berkeliaran arwah orang tua pemilik&lt;br /&gt;rumah atau arwah majikan anjing tersebut.&lt;br /&gt;Bayi dihinggapi kupu-kupu pada malam Jumat Kliwon&lt;br /&gt;bermakna, bahwa arwah kakek sang bayi sedang mengunjungi&lt;br /&gt;Disarankan kepada anda bila sedang melewati pesimpangan empat pada jam&lt;br /&gt;12 malam untuk berdehem "Ehem!" sebanyak 3 x.&lt;br /&gt;bermakna, anda meminta izin lewat kepada mahluk halus penunggu jalan tersebut.&lt;br /&gt;Disarankan kepada anda mengadakan syukuran sebelum mengisi rumah baru&lt;br /&gt;bermakna, anda meminta izin kepada mahluk halus penunggu rumah.&lt;br /&gt;Disarankan kepada anda untuk tidak membuat rumah kecil jauh terpisah di&lt;br /&gt;belakang rumah utama&lt;br /&gt;bermakna, agar rumah itu tidak di tempati roh jahat (terkecuali ditempati tetap)&lt;br /&gt;Disarankan kepada anda untuk meletakkan seikat sapu lidi dan gunting&lt;br /&gt;dibawah bantal bayi&lt;br /&gt;bemakna, agar bayi tersebut terlindungi dari gangguan mahluk halus&lt;br /&gt;Disarankan bagi wanita yang sedang hamil untuk meletakkan gunting dibawah&lt;br /&gt;bantal ketika hendak tidur&lt;br /&gt;bemakna, agar wanita hamil dan bayi yang ada dalam kandungannya terhidar dari&lt;br /&gt;pengaruh mistik dan guna-guna serta gangguan mahluk halus seperti kuntianak.&lt;br /&gt;Disarankan bagi wanita yang sedang hamil untuk selalu menggantungkan&lt;br /&gt;pisau lipat kecil pada baju yang dikenakan&lt;br /&gt;bermakna, agar yang mengandung dan calon bayinya akan terhindar dari gangguan&lt;br /&gt;mahluk halus&lt;br /&gt;Disarankan untuk anda jangan pernah menyimpan tanah dari kuburan ditempat&lt;br /&gt;manapun&lt;br /&gt;karena akan mengakibatkan tempat itu menjadi tempat arwah yang tanah kuburannya diambil&lt;br /&gt;Disarankan kepada anda untuk menyimpan bawang merah, cabe merah, dan&lt;br /&gt;kunyit diatas pintu rumah&lt;br /&gt;karena akan berfungsi untuk melindungi rumah dan keluarga anda dari gangguan&lt;br /&gt;mahluk halus dan ilmu-ilmu hitam yang dilakukan oleh orang jahat&lt;br /&gt;Disarankan menempatkan/menaruh bawang merah, cabe merah atau kacang&lt;br /&gt;hijau dibawah/disekitar tempat anda menyimpan uang&lt;br /&gt;karena mempunyai makna sebagai penangkal dari pencurian uang yang dilakukan oleh&lt;br /&gt;tuyul&lt;br /&gt;Disarankan menempatkan/menaruh celana bekas kakek dibawah bantal bayi&lt;br /&gt;karena mempunyai makna untuk melindungi bayi dari gangguan mistik makhluk halus&lt;br /&gt;Disarankan untuk menggunakan darah anjing yang berbulu hitam&lt;br /&gt;karena mempunyai kegunaan untuk menyembuhkan orang yang kesurupan mahluk&lt;br /&gt;halus&lt;br /&gt;Larangan mencabut alis mata pada malam Jumat Kliwon&lt;br /&gt;karena akan meyebabkan datangnya mahluk halus yang bertubuh kecil biasa disebut&lt;br /&gt;tuyul&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4045915195990991087-8255665111931819967?l=www.muslim-utami.co.cc' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://www.muslim-utami.co.cc/2011/01/makluk-halus.html</link><author>noreply@blogger.com (Muslim Utami)</author><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink='false'>tag:blogger.com,1999:blog-4045915195990991087.post-2121144568316997783</guid><pubDate>Sun, 16 Jan 2011 08:25:00 +0000</pubDate><atom:updated>2011-01-16T16:28:28.793+08:00</atom:updated><title>SUASANA HATI</title><description>Bila siang hari berdebar-debar&lt;br /&gt;Jam 06-07 Bermakna akan berjumpa dengan saudara&lt;br /&gt;07-08 Bermakna akan menangis&lt;br /&gt;08-09 Bermakna akan menjadi bahan gunjingan&lt;br /&gt;09-10 Bermakna akan mendapat rejeki&lt;br /&gt;10-11 Bermakna akan berjumpa taman lama&lt;br /&gt;11-12 Bermakna akan mendapat kabar baik&lt;br /&gt;12-13 Bermakna akan mendapat undangan&lt;br /&gt;13-14 Bermakna akan mendapat kejutan&lt;br /&gt;14-15 Bermakna akan kebaikan&lt;br /&gt;15-16 Bermakna akan terjadi perselisihan&lt;br /&gt;16-17 Bermakna akan mendapat kesusahan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bila malam hari berdebar-debar&lt;br /&gt;Jam 18-19 Bermakna akan mendapat kabar baik&lt;br /&gt;19-20 Bermakna akan berjumpa dengan orang yang disayangi&lt;br /&gt;20-21 Bermakna akan mendapat pertolongan&lt;br /&gt;21-22 Bermakna akan berjumpa dengan orang yang diharap-harapkan&lt;br /&gt;22-23 Bermakna akan berjumpa dengan orang yang diharap-harapkan&lt;br /&gt;23-24 Bermakna akan mendapat rezeki&lt;br /&gt;24-01 Bermakna akan berjumpa dengan teman lama&lt;br /&gt;01-02 Bermakna akan mendapat undangan&lt;br /&gt;02-03 Bermakna akan mendapat kebahagian&lt;br /&gt;03-04 Bermakna akan mendapat kesusahan&lt;br /&gt;04-05 Bermakna akan mendapat penghargaan&lt;br /&gt;05-06 Bermakna akan mendapat rezeki&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4045915195990991087-2121144568316997783?l=www.muslim-utami.co.cc' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://www.muslim-utami.co.cc/2011/01/suasana-hati.html</link><author>noreply@blogger.com (Muslim Utami)</author><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink='false'>tag:blogger.com,1999:blog-4045915195990991087.post-6467504187622721659</guid><pubDate>Sun, 16 Jan 2011 08:04:00 +0000</pubDate><atom:updated>2011-01-16T16:09:55.593+08:00</atom:updated><title>KESURUPAN</title><description>Gejala kemasukan setan kerap terjadi ketika seseorang, berada pada tempat dan waktu&lt;br /&gt;yang salah. Biasanya seseorang yang kemasukan setan tersebut pikirannya dalam keadaan&lt;br /&gt;kosong , kondisi tubuhnya sedang lelah serta iman yang kurang kuat.&lt;br /&gt;Keadaan ini akan dapat dengan mudah dimanfaatkan oleh kekuatan gaib yang biasanya&lt;br /&gt;tidak dapat terkendali oleh orang yang kesurupan itu. Pada umumnya orang yang&lt;br /&gt;kemasukan setan memiliki prilaku aneh dengan ciri-ciri seperti dibawah ini:&lt;br /&gt;- Tatapan mata tajam, kosong lurus kedepan.&lt;br /&gt;- Suaranya berubah menjadi datar tanpa intonasi.&lt;br /&gt;- Mampu menjawab pertanyaan yang berbau paranormal.&lt;br /&gt;- Kekuatan fisiknya melebihi kekuatan yang sebenarnya.&lt;br /&gt;- Dan pada tingkatan tertentu, orang yang kemasukan setan mampu berbuat sesuatu&lt;br /&gt;yang tak lazim seperti terbang, melempar orang yang ada disekitarnya dengan sekali&lt;br /&gt;gerakan tangan dan lain sebagainya.&lt;br /&gt;- Biasanya mereka mengeluarkan buih (busa) dari mulutnya dengan mata mendelik hingga&lt;br /&gt;terlihat putihnya saja&lt;br /&gt;Apakah kesurupan bisa direkayasa?&lt;br /&gt;Kemungkinan untuk direkayasa bisa, tapi bukan dari orang yang kerasukan itu sendiri.&lt;br /&gt;Biasanya dilakukan oleh pihak luar (orang lain dengan maksud negatif) dan itu bisa&lt;br /&gt;dilakukan oleh seorang ahli dengan menggunakan kekuatan gaib (mistik). Sebutan untuk&lt;br /&gt;‘orang ahli’ ini biasa disebut “dukun santet”.&lt;br /&gt;Apakah kesurupan bisa diobati?&lt;br /&gt;Hampir semua orang yang kesurupan bisa diobati, orang yang bisa mengobati biasanya&lt;br /&gt;disebut “orang pintar” seperti guru agama, atau orang yang memiliki kekuatan gaib tapi&lt;br /&gt;digunakan untuk kebaikan bukan “dukun santet” yang cenderung untuk kejahatan.&lt;br /&gt;Bagaimana mencegahnya agar tidak kesurupan?&lt;br /&gt;Yang paling tepat untuk mencegahnya;&lt;br /&gt;1. Jangan biarkan diri Anda dalam keadaan kosong (melamun)&lt;br /&gt;2. Hindari tempat-tempat yang bisa dikatakan angker.&lt;br /&gt;3. Jangan mempunyai kebiasaan berbicara atau teriak-teriak sembarangan. Lihat tempat&lt;br /&gt;dan waktu ketika anda berbicara atau berteriak-teriak (ketawa keras/ngakak).&lt;br /&gt;4. Jangan menantang alam (seperti gunung, laut, hutan dsb) atau roh halus. Jangan&lt;br /&gt;sesumbar.&lt;br /&gt;5. Dekatkan selalu diri Anda kepada Tuhan YMK.&lt;br /&gt;Kenapa mahluk halus masuk ke tubuh manusia? Apa tujuannya?&lt;br /&gt;Banyak alasan kenapa mahluk halus merasuki tubuh manusia. Biasanya mahluk gaib&lt;br /&gt;tersebut akan merasuk ketubuh manusia jika lingkungan atau tempat tinggalnya di usik&lt;br /&gt;oleh mahluk lain baik manusia atau binatang. Sebutan untuk mahluk gaib yang mendiami&lt;br /&gt;suatu tempat adalah “penunggu”. Tujuannya hanya sekedar mengingatkan bahwa tingkah&lt;br /&gt;laku orang yang di rasuki oleh penunggu tempat, dianggap telah mengusik ketenangannya.&lt;br /&gt;Ada juga yang ingin sekedar menyampaikan suatu pesan yang tidak sempat ia ungkapkan&lt;br /&gt;ketika masih hidup di dunia, yang kerap disebut arwah gentayangan.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4045915195990991087-6467504187622721659?l=www.muslim-utami.co.cc' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://www.muslim-utami.co.cc/2011/01/kesurupan.html</link><author>noreply@blogger.com (Muslim Utami)</author><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink='false'>tag:blogger.com,1999:blog-4045915195990991087.post-4991929173830911440</guid><pubDate>Sun, 16 Jan 2011 07:59:00 +0000</pubDate><atom:updated>2011-01-16T16:03:09.654+08:00</atom:updated><title>User name dan password operator CDMA untuk jadi modem :</title><description>ESIA&lt;br /&gt;Nomor Akses : #777&lt;br /&gt;Username: esia&lt;br /&gt;password: esia&lt;br /&gt;APN: -&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;FREN&lt;br /&gt;Nomor Akses : #777&lt;br /&gt;Username: m8&lt;br /&gt;password: m8&lt;br /&gt;APN: -&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;FLEXI&lt;br /&gt;Nomor Akses : #777&lt;br /&gt;Username: telkomnet@flexi&lt;br /&gt;password: telkom&lt;br /&gt;APN: -&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;STAR ONE&lt;br /&gt;Nomor Akses : #777&lt;br /&gt;Username: Starone&lt;br /&gt;password: indosat&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4045915195990991087-4991929173830911440?l=www.muslim-utami.co.cc' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://www.muslim-utami.co.cc/2011/01/user-name-dan-password-operator-cdma.html</link><author>noreply@blogger.com (Muslim Utami)</author><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink='false'>tag:blogger.com,1999:blog-4045915195990991087.post-5322790632485220575</guid><pubDate>Mon, 11 Oct 2010 08:22:00 +0000</pubDate><atom:updated>2010-10-11T16:26:21.709+08:00</atom:updated><title>Sorowako atau Soroako ?</title><description>Sorowako atau Soroako ?  Mana yang benar ?  Setiap membaca nama kampung ini dengan ejaan yang berbeda-beda, selalu saja muncul gelitik di hati.  Mana yang benar  ?  Ejaan yang memakai huruf  w atau tanpa huruf  w  ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;        Ada beberapa pendapat yang saya dapat setelah bertanya-tanya dan membaca buku. Salah satunya buku Inco, Mengalir di Tengah Gejolak Pertambangan karangan M. Dahlan Abubakar dan Asdar Muis RMS. Menurut mereka, ejaan yang dianggap resmi adalah Sorowako. Memang, pada mulanya ejaan yang dipakai adalah Soroako. Dengan berlalunya waktu, Soroako berubah menjadi Sorowako. Itu terjadi pada era Mijnwet Maatschappij Celebes (MMC) ( perusahaan tambang nikel di masa Hindia Belanda). Alasannya sederhana. Lidah orang Bugis lebih enak mengucapkan Sorowako.&lt;br /&gt;Saya pun kemudian mengamati ejaan yang dipakai oleh organisasi kemasyarakatan milik penduduk Sorowako asli yakni Keluarga Wawainia Asli Sorowako (KWAS).  Di situ juga ditulis Sorowako. Nah, ejaan inilah yang saya ikuti.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4045915195990991087-5322790632485220575?l=www.muslim-utami.co.cc' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://www.muslim-utami.co.cc/2010/10/sorowako-atau-soroako.html</link><author>noreply@blogger.com (Muslim Utami)</author><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink='false'>tag:blogger.com,1999:blog-4045915195990991087.post-916426725769599089</guid><pubDate>Tue, 14 Sep 2010 21:05:00 +0000</pubDate><atom:updated>2010-09-15T05:08:23.747+08:00</atom:updated><title>Bangunan Rusunawa Terbengkalai</title><description>SOROWAKO - Pembangunan Rumah Susun Sederhana Disewakan (Rusunawa) yang berada di Desa Sorowako Kecamatan Nuha telah rampung pembangunannya sejak awal 2009 lalu dengan menelan biaya miliaran rupiah hingga saat ini belum juga berpenghuni. Bahkan Rusunawa yang terletak di tengah hutan, pinggir Danau Matano sudah tak terawat lagi. Padahal Rusunawa akan dihuni oleh sejumlah warga yang akan terelokasi di dua desa yakni warga Desa Sorowako dan warga Desa Nikel. Bahkan calon penghuni dari dua desa tersebut telah terdata semua dan mereka siap menempati tetapi juga sebgaian kecil warga menolak.&lt;br /&gt;Dari pantauan Palopo Pos, Rusunawa yang dipersiapkan untuk masyarakat menengah ke bawah ini ternyata belum dihuni masyarakat. Pasalnya, fasilitas ruang kamar yang ada sangat sempit untuk satu keluarga. Selain itu kata warga, mereka enggan menempati Rusunawa karena letaknya sangat jauh dari kota/pasar Sorowako dan tidak adanya sarana transporatsi yang dapat digunakan.&lt;br /&gt;Kepala Desa (Kades) Nikkel, Yusuf Pombatu, SE yang dihubungi beberapa waktu lalu terkait pendataan penduduk yang akan direlokasi ke Rusunawa mengatakan, warga Desa Nikel yang terkena relokasi di sekitar pinggir danau telah terdata semua bahkan mereka telah siap direlokasi ke Rusunawa. Hanya saja sebagian kecil warga yang menolak dengan alasan bahwa mereka adalah keluarga besar, sementara kamar Rusunawa sangat sempit.&lt;br /&gt;''Memang ada warga yang menolak menempati Rusunawa tersebut tetapi hanya sebagian kecil, itupun bagi yang keluarga besar," jelas Yusuf.&lt;br /&gt;Senada yang diungkapkan Kades Sorowako, Manase, SE saat dikonfirmasi beberapa waktu lalu. Menurutnya, sejumlah warga Desa Sorowako yeng bermukim di sepanjang pinggir Danau Matano telah siap direlokasi dan yang menjadi kendala hanya masalah waktu saja, mereka juga siap mengikuti aturan pemerintah dengan membongkar rumahnya di pinggir danau.(sul/rhm)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber : Palopo Pos&lt;br /&gt;Edisi  : Selasa, 14 Sep 2010&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4045915195990991087-916426725769599089?l=www.muslim-utami.co.cc' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://www.muslim-utami.co.cc/2010/09/bangunan-rusunawa-terbengkalai.html</link><author>noreply@blogger.com (Muslim Utami)</author><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink='false'>tag:blogger.com,1999:blog-4045915195990991087.post-7377257484007346</guid><pubDate>Mon, 13 Sep 2010 21:29:00 +0000</pubDate><atom:updated>2010-09-14T05:30:54.491+08:00</atom:updated><title>Inco Seleksi Ribuan Berkas Beasiswa</title><description>SOROWAKO - Untuk melanjutkan studi, beasiswa menjadi salah satu tumpuan bagi siswa maupun mahasiswa. Hal itu tampak dari animo masyarakat yang sangat tinggi untuk mendapatkan beasiswa komunitas PT Inco 2010. Hingga batas terakhir penerimaan berkas yang jatuh tempo pada Rabu, 8 September pukul 16.00 Wita, sudah ribuan berkas lamaran beasiswa yang masuk ke Komite Beasiswa PT Inco.&lt;br /&gt;“Kami belum sempat menghitung secara keseluruhan. Tapi dari berkas yang masuk baik yang di antar sendiri maupun via pos , sudah ribuah berkas yang masuk. Kami terpaksa harus kerja ekstra keras untuk seleksi berkas ini, ” ujar Sohra, Sekretaris Komite Beasiswa Komunitas PT Inco 2010.&lt;br /&gt;Pada saat batas terakhir pada pukul 16.00 WITA untuk pemasukan berkas , masih banyak perorangan yang masih memasukkan berkas lamaran beasiswa ini. “Kami sudah sosialisasikan sebelumnya agar tidak mendadak mendekati penutupan penerimaan berkas, baru memasukkan berkasnya. Karena, kalau ada yang kurang lengkap, maka terpaksa tidak lolos berkas. Berkas yang masuk ini nanti akan kami cek apakah memenuhi persyaratan atau tidak. Misalnya, apakah indeks prestasinya seperti yang dipersyaratkan atau ternyata setelah kami cek, pelamar sedang menerima beasiswa dari pihak lain, maka otomatis gugur,” jelas Sohra.&lt;br /&gt;Dari data sementara, beberapa siswa maupun mahasiswa kurang melengkapi berkasnya. “Misalnya ada yang tidak melampirkan legalisir kartu keluarga, nilai rapor dan penghasilan orang tua. Selain itu, ada yang tidak memenuhi nilai rapor atau indeks prestasi secara akumulatif seperti tercantum dalam persyaratan beasiswa,” sebut Sohra.&lt;br /&gt;Ia menambahkan, setelah berkas terkumpul, maka berkas tersebut akan didaftar dan dicatat sesuai dengan tingkatan pendidikan. “Setelah itu akan diskoring untuk menentukan siapa yang paling berhak dan layak menerima beasiswa dari sekian ribu pemohon. Untuk itu bagi yang belum lolos untuk penerimaan beasiswa pada kesempatan sekarang, bisa mencoba lagi pada semester mendatang, tentunya harus memenuhi persyaratan yang telah ditentukan,” pungkas Sohra.(sul/rhm)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber : Palopo Pos &lt;br /&gt;Edisi  : Senin, 13 Sep 2010&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4045915195990991087-7377257484007346?l=www.muslim-utami.co.cc' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://www.muslim-utami.co.cc/2010/09/inco-seleksi-ribuan-berkas-beasiswa.html</link><author>noreply@blogger.com (Muslim Utami)</author><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink='false'>tag:blogger.com,1999:blog-4045915195990991087.post-1755579514853433837</guid><pubDate>Tue, 31 Aug 2010 23:26:00 +0000</pubDate><atom:updated>2010-09-01T07:28:13.683+08:00</atom:updated><title>Tata Cara Shalat Ied</title><description>TATA CARA SHALAT IED&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh&lt;br /&gt;Syaikh Ali bin Hasan bin Ali Abdul Hamid Al-Halabi Al-Atsari&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertama :&lt;br /&gt;Jumlah raka'at shalat Ied ada dua berdasaran riwayat Umar radhiyallahu 'anhu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Artinya : Shalat safar itu ada dua raka'at, shalat Idul Adha dua raka'at dan shalat Idul Fithri dua raka'at. dikerjakan dengan sempurna tanpa qashar berdasarkan sabda Muhammad Shallallahu 'alaihi wa sallam" [Dikeluarkan oleh Ahmad 1/370, An-Nasa'i 3/183, At-Thahawi dalam Syarhu Ma'anil Al Atsar 1/421 dan Al-Baihaqi 3/200 dan sanadnya Shahih]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kedua :&lt;br /&gt;Rakaat pertama, seperti halnya semua shalat, dimulai dengan takbiratul ihram, selanjutnya bertakbir sebanyak tujuh kali. Sedangkan pada rakaat kedua bertakbir sebanyak lima kali, tidak termasuk takbir intiqal (takbir perpindahan dari satu gerakan ke gerakan lain,-pent)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari Aisyah Radhiyallahu 'anha, ia berkata :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Artinya : Sesungguhnya Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam bertakbir dalam shalat Idul Fithri dan Idul Adha, pada rakaat pertama sebanyak tujuh kali dan rakaat kedua lima kali, selain dua takbir ruku" [1]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berkata Imam Al-Baghawi :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Ini merupakan perkataan mayoritas ahli ilmu dari kalangan sahabat dan orang setelah mereka, bahwa beliau shallallahu 'alaihi wa sallam bertakbir pada rakaat pertama shalat Ied sebanyak tujuh kali selain takbir pembukaan, dan pada rakaat kedua sebanyak lima kali selain takbir ketika berdiri sebelum membaca (Al-Fatihah). Diriwayatkan yang demikian dari Abu Bakar, Umar, Ali, dan selainnya" [Ia menukilkan nama-nama yang berpendapat demikian, sebagaimana dalam " Syarhus Sunnah 4/309. Lihat 'Majmu' Fatawa Syaikhul Islam' 24/220,221]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketiga :&lt;br /&gt;Tidak ada yang shahih satu riwayatpun dari Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam bahwa beliau mengangkat kedua tangannya bersamaan dengan mengucapkan takbir-takbir shalat Ied[2] Akan tetapi Ibnul Qayyim berkata : "Ibnu Umar -dengan semangat ittiba'nya kepada Rasul- mengangkat kedua tangannya ketika mengucapkan setiap takbir" [Zadul Ma'ad 1/441]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku katakan : Sebaik-baik petunjuk adalah petunjuk Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berkata Syaikh kami Al-Albani dalam "Tamamul Minnah" hal 348 :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Mengangkat tangan ketika bertakbir dalam shalat Ied diriwayatkan dari Umar dan putranya -Radhiyallahu anhuma-, tidaklah riwayat ini dapat dijadikan sebagai sunnah. Terlebih lagi riwayat Umar dan putranya di sini tidak shahih.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adapun dari Umar, Al-Baihaqi meriwayatkannya dengan sanad yang dlaif (lemah). Sedangkan riwayat dari putranya, belum aku dapatkan sekarang"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam 'Ahkmul Janaiz' hal 148, berkata Syaikh kami :&lt;br /&gt;"Siapa yang menganggap bahwasanya Ibnu Umar tidak mengerjakan hal itu kecuali dengan tauqif dari Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam, maka silakan ia untuk mengangkat tangan ketika bertakbir".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keempat :&lt;br /&gt;Tidak shahih dari Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam satu dzikir tertentu yang diucapkan di antara takbir-takbir Ied. Akan tetapi ada atsar dari Ibnu Mas'ud Radhiyallahu 'anhu [3] tentang hal ini. Ibnu Mas'ud berkata :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Artinya : Di antara tiap dua takbir diucapkan pujian dan sanjungan kepada Allah Azza wa Jalla"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berkata Ibnul Qoyyim Rahimahullah :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"(Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam) diam sejenak di antara dua takbir, namun tidak dihapal dari beliau dzikir tertentu yang dibaca di antara takbir-takbir tersebut".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku katakan : Apa yang telah aku katakan dalam masalah mengangkat kedua tangan bersama takbir, juga akan kukatakan dalam masalah ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kelima :&lt;br /&gt;Apabila telah sempurna takbir, mulai membaca surat Al-Fatihah. Setelah itu membaca surat Qaf pada salah satu rakaat dan pada rakaat lain membaca surat Al-Qamar[4] Terkadang dalam dua rakaat itu beliau membaca surat Al-A'la dan surat Al-Ghasyiyah[5]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berkata Ibnul Qaooyim Rahimahullah :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Telah shahih dari beliau bacaan surat-surat ini, dan tidak shahih dari belaiu selain itu"[6]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keenam :&lt;br /&gt;(Setelah melakukan hal di atas) selebihnya sama seperti shalat-shalat biasa, tidak berbeda sedikitpun. [7]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketujuh :&lt;br /&gt;Siapa yang luput darinya (tidak mendapatkan) shalat Ied berjama'ah, maka hendaklah ia shalat dua raka'at.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam hal ini berkata Imam Bukhari Rahimahullah dalam "Shahihnya" :&lt;br /&gt;"Bab : Apabila seseorang luput dari shalat Id hendaklah ia shalat dua raka'at" [Shahih Bukhari 1/134, 135]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Al-Hafidzh Ibnu Hajar dalam "Fathul Bari" 2/550 berkata setelah menyebutkan tarjumah ini (judul bab yang diberi oleh Imam Bukhari di atas).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam tarjumah ini ada dua hukum :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Disyariatkan menyusul shalat Ied jika luput mengerjakan secara berjamaah, sama saja apakah dengan terpaksa atau pilihan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Shalat Id yang luput dikerjakan diganti dengan shalat dua raka'at&lt;br /&gt;Berkata Atha' : "Apabila seseorang kehilangan shalat Ied hendaknya ia shalat dua rakaat" [sama dengan di atas]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Al-Allamah Waliullah Ad-Dahlawi menyatakan :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Ini adalah madzhabnya Syafi'i, yaitu jika seseorang tidak mendapati shalat Ied bersama imam, maka hendaklah ia shalat dua rakat, sehingga ia mendapatkan keutamaan shalat Ied sekalipun luput darinya keutamaan shalat berjamaah dengan imam".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adapun menurut madzhab Hanafi, tidak ada qadla[8] untuk shalat Ied. Kalau kehilangan shalat bersama imam, maka telah hilang sama sekali"[9]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berkata Imam Malik dalam 'Al-Muwatha' [10]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Setiap yang shalat dua hari raya sendiri, baik laki-lai maupun perempuan, maka aku berpendapat agar ia bertakbir pada rakaat pertama tujuh kali sebelum membaca (Al-Fatihah) dan lima kali pada raka'at kedua sebelum membaca (Al-Fatihah)"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang yang terlambat dari shalat Id, hendaklah ia melakukan shalat yang tata caranya seperti shalat Id. sebagaimana shalat-shalat lain [Al-Mughni 2/212]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kedelapan : &lt;br /&gt;Takbir (shalat Ied) hukumnya sunnah, tidak batal shalat dengan meninggalkannya secara sengaja atau karena lupa tanpa ada perselisihan [11] Namun orang yang meninggalkannya -tanpa diragukan lagi- berarti menyelisihi sunnah Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[Disalin dari buku Ahkaamu Al'Iidaini Fii Al Sunnah Al Muthahharah, edisi Indonesia Hari Raya Bersama Rasulullah, oleh Syaikh Ali bin Hasan bin Ali Abdul Hamid Al-halabi Al-Atsari hal. 23-24, terbitan Pustaka Al-Haura', penerjemah Ummu Ishaq Zulfa Husein]&lt;br /&gt;_________&lt;br /&gt;Foote Note.&lt;br /&gt;[1]. Riwayat Abu Daud 1150, Ibnu Majah 1280, Ahmad 6/70 dan Al-Baihaqi 3/287 dan sanadnya Shahih. Peringatan : Termasuk sunnah, takbir dilakukan sebelum membaca (Al-Fatihah). sebagaimana dalam hadits yang diriwayatkan Abu Daud 1152, Ibnu Majah 1278 dan Ahmad 2/180 dari Amr bin Syu'aib dari bapaknya dari kakeknya, kakeknya berkata : "Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bertakbir dalam shalat Id tujuh kali pada rakaat pertama kemudian beliau membaca syrat, lalu bertakbir dan ruku' , kemudian beliau sujud, lalu berdiri dan bertakbir lima kali, kemudian beliau membaca surat, takbir lalu ruku', kemudian sujud". Hadits ini hasan dengan pendukung-pendukungnya. Lihat Irwaul Ghalil 3/108-112. Yang menyelisihi ini tidaklah benar, sebagaimana diterangkan oleh Al-Alamah Ibnul Qayyim dalam Zadul Ma'ad 1/443,444&lt;br /&gt;[2]. Lihat Irwaul Ghalil 3/112-114&lt;br /&gt;[3]. Diriwayatkan Al-Baihaqi 3/291 dengan sanad yang jayyid (bagus)&lt;br /&gt;[4]. Diriwayatkan oleh Muslim 891, An-Nasa'i 8413, At-Tirmidzi 534 Ibnu Majah 1282 dari Abi Waqid Al-Laitsi radhiyallahu 'ahu.&lt;br /&gt;[5]. Diriwayatkan oleh Muslim 878, At-Tirmidzi 533 An-Nasa'i 3/184 Ibnu Majah 1281 dari Nu'man bin Basyir Radhiyallahu 'anhu.&lt;br /&gt;[6]. Zadul Ma'ad 1/443, lihat Majalah Al-Azhar 7/193. Sebagian ahli ilmu telah berbicara tentang sisi hikmah dibacanya surat-usrat ini, lihat ucapan mereka dalam 'Syarhu Muslim" 6/182 dan Nailul Authar 3/297&lt;br /&gt;[7]. Untuk mengetahui hal itu disertai dalil-dalilnya lihat tulisan ustadz kami Al-Albani dalam kitabnya 'Shifat Shalatun Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam. Kitab ini dicetak berkali-kali. Dan lihat risalahku 'At-Tadzkirah fi shifat Wudhu wa Shalatin Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam, risalah ringkas.&lt;br /&gt;[8]. Tidak dinamakan ini qadla kecuali jika keluar dari waktu shala secara asal.&lt;br /&gt;[9]. Syarhu Tarajum Abwabil Bukhari 80 dan lihat kitab Al-Majmu 5/27-29&lt;br /&gt;[10].Nomor : 592 -dengan riwayat Abi Mush'ab.&lt;br /&gt;[11]. Al-Mughni 2/244 oleh Ibnu Qudamah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber : http://almanhaj.or.id/index.php?action=more&amp;article_id=1174&amp;bagian=0&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4045915195990991087-1755579514853433837?l=www.muslim-utami.co.cc' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://www.muslim-utami.co.cc/2010/08/tata-cara-shalat-ied.html</link><author>noreply@blogger.com (Muslim Utami)</author><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink='false'>tag:blogger.com,1999:blog-4045915195990991087.post-865546842337990578</guid><pubDate>Tue, 31 Aug 2010 23:25:00 +0000</pubDate><atom:updated>2010-09-01T07:26:30.287+08:00</atom:updated><title>Ahlus Sunnah Dan Terorisme</title><description>AHLUS SUNNAH DAN TERORISME&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh&lt;br /&gt;Syaikh Dr Muhammad bin Musa Alu Nashr&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang yang menuduh kita sebagai teroris, ia termasuk ahlul ghuluw (berlebih-lebihan dalam tuduhannya). Ia tidak mengerti dakwah salafiyah. Dakwah salafiyah adalah dakwah Islam. Dakwah salafiyah adalah dakwah Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam dan para sahabatnya[1]. Namun demikian, tidak boleh seorang Salafi (siapapun orangnya) menganggap dirinya berakhlak seperti akhlak Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam, atau akhlak para shahabatnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dakwah salafiyah berdiri di atas aqidah yang benar, aqidah yang Rasulullah dan para sahabatnya berkeyakinan dengannya. Dakwah salafiyah tegak diatas manhaj (jalan, metode, tata cara) Islam yang benar dan lurus, berdiri diatas dalil. Dakwah ini benar-benar mengagungkan As-Salaf Ash-Shalih (generasi terdahulu yang shalih), dari kalangan para sahabat dan tabi’in. Dakwah ini mengagungkan dan menghormati dalil, (berupa) firman Allah dan (sabda) Rasulnya, tidak mengutamakan dan mengedepankan perkataan siapapun (di atas perkataan Allah dan rasulNya), betapapun tinggi derajat dan kedudukannya orang itu. Dakwah salafiyah menyeru kepada Allah, kepada ajaran Islam yang benar, seimbang dan adil. Menyeru kepada kelemah lembutan dan menolak kekerasan. Maka menuduh dakwah salafiyah sebagai terorisme adalalah dusta!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena, siapakah yang benar-benar menentang para teroris dan takfiriyin (orang-orang yang sangat mudah mengkafirkan orang lain tanpa sebab yang haq) saat ini?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Siapakah mereka kalau bukan ulama dakwah salafiyah ? Mereka, yang pada zaman ini dikenal sangat gigih membela dan berdakwah dengan dakwah salafiyah ini. Yang paling dikenal di antara mereka, seperti Al-Imam Al-Muhaddist Asy-Syaikh Muhammad Nashiruddin Al-Albani, kemudian Asy-Syaikh Al’Allaamah Abdul Aziz bin Abdullah bin Baaz, Asy-Syaikh Al-Allaamah Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin. Kemudian murid-murid Al-Imam Al-Muhaddist Asy-Syaikh Muhammad Nashiruddin Al-Albani, dan murid-murid mereka semua.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Merakalah yang jelas-jelas nyata paling menentang dan membantah pemikiran terorisme ini, baik dengan tulisan-tulisan di dalam kitab-kitab mereka, kaset-kaset kajian ilmiah mereka, dan dari seputar kajian-kajian ilmiah mereka secara langsung. Hal ini diketahui oleh setiap munshif (orang yang adil dalam menghukum).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adapun mukabir (orang yang sombong dan keras kepala) dan orang yang mendustakan kenyataan mereka semua, maka sesungguhnya dia merupakan generasi (pelanjut) dari tokoh-tokoh (penentang) terdahulu, (yaitu orang-orang) yang menuduh Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam sebagai tukang sihir, orang gila, pemalsu dan pembuat Al-Qur’an, pendusta. Mereka hanya menuduh, menuduh dan terus menuduh (tanpa haq dan bukti yang benar).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun inilah taqdir para nabi, mereka selalu didustakan oleh sebagian umatnya. Allah berfirman.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Artinya : Dan sesungguhnya telah didustakan (pula) rasul-rasul sebelum kamu, akan tetapi mereka sabar terhadap pendustaan dan penganiayaan (yang dilakukan) terhadap mereka, sampai datang pertolongan Kami terhadap mereka” [Al-An’am : 34]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh karena itu, demikianlah keadaan para da’i yang berdakwah kepada Allah, keadaan para penuntut ilmu agama. Mereka akan selalu mendapatkan halangan dan rintangan serta hambatan dari orang-orang sesat, ahli bid’ah, dan orang-orang yang menyimpang dari jalan Allah. Mereka akan disakiti oleh para penentang itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Para ahli bid’ah, orang-orang sesat, dan orang-orang yang menyimpang dari jalan Allah, (mereka) tidak pernah berhenti melancarkan usaha-usaha keji ( yang mereka buat), berupa provokasi, menaburkan bibit-bibit pertikaian dan permusuhan di kalangan masyarakat, sehingga para da’i yang ikhlas berdakwah kepada Allah dan para penuntut ilmu agama, (mereka) akan selalu mendapatkan rintangan ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada dua pondok pesantren yang bermanhaj salaf di sebuah pulau. Setelah para ahli bid’ah, orang-orang sesat, dan orang-orang yang menyimpang dari jalan Allah ini mengetahui keberadaan dua pondok pesantren ini, mereka segera menghasut masyarakat setempat, dan akhirnya merekapun berhasil menghancurkan dan memporakporandakan ke dua pondok pesantren ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak ada yang memicu mereka untuk melakukan tindakan keji ini, melainkan hasad, dengki dan kebencian yang membakar dada-dada mereka terhadap para da’i dari penuntut ilmu agama yang benar dan lurus. Demikianlah, karena orang sesat memang tidak akan pernah mencintai kebenaran dan ahlinya!.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Betatpapun demikian, orang-orang yang berpegang teguh dengan manhaj salaf, pasti akan tetap selalu ada. Mereka selalu konsisten di atas prinsipnya dalam berdakwah. Tidak berpengaruh tindakan-tindakan orang yang berusaha berbuat madharat terhadap mereka, juga orang-orang yang menyelisihi mereka, seperti yang telah disabdakan oleh Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Artinya : Akan tetap ada sekelompok dari umatku yang muncul di atas al-haq (kebenaran), tidak membahayakan mereka orang-orang yang meninggalkan (tidak mempedulikan mereka) sampai datang urusan dari Allah, sedangkan mereka tetap demikian” [2]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan golongan ini, para ulama telah menafsirkan, bahwa mereka adalah ahlul hadits dan ahlul atsar (yaitu orang-orang yang konsisten mengikuti hadits-hadits dan jejak para As-Salaf Ash-Shalih).&lt;br /&gt;Maka, saya nasihati setiap muslim, hendaknya ia menjadi seorang salafi. Saya nasihati setiap muslim, hendaknya ia menjadi seorang salafi [3]. Hendaknya setiap muslim bermanhaj, seperti apa yang telah ditempuh oleh Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam dan para sahabatnya. Sebuah manhaj yang tidak berpihak kepada personal tertentu, atau kepada jama’ah-jama’ah tertentu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;As-Salafiyah bukanlah bayi perempuan yang baru terlahir sekarang. Bukan pula sebuah organisasi yang baru didirikan saat ini. As-Salafiyah adalah ajaran yang turun dari Allah, berupa wahyu yang dibawa oleh Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam. Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda kepada putrinya Fathimah Radhiyallahu anha [4] tatkala ia meninggal dunia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Artinya : Bergabunglah bersama pendahulu kita yang shalih, Utsman bin Mazh’un” [5]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah Rahimahullah berkata (yang maknanya) : “Bukan (merupakan) aib, jika seseorang menisbatkan (menyandarkan) dirinya kepada salaf, karena manhaj salaf adalah (manhaj yang) a’lam (lebih berilmu), ahkam (lebih bijak dan berhukum), dan aslam (lebih selamat)”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena jika tidak demikian, bagaimana kita bisa merealisasikan : ‘Maa ana ‘alaihi wa ashhaabii’.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lihatlah ! Sekarang banyak jama’ah dengan bermacam-macam pola mereka, ada yang ke barat, ada yang ke timur. Semuanya mengikuti jalannya masing-masing yang berbeda-beda. Kecuali, hanya dakwah salafiyah yang diberkahi Allah ini. Golongan inilah yang tetap konsisten berpegang teguh kuat-kuat dengan apa yang Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam dan para sahabatnya berada di atasnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh karena itu, saya memohon kepada Allah agar mereka –baik para da’i, para penuntut ilmu, dan orang-orang yang bermanhaj salaf ini- senantiasa diberikan kemudahan dan keutamaan dariNya, dan agar mereka dijadikan olehNya generasi-generasi terbaik pewaris mereka. Sesungguhnya Allah-lah yang berkenan mangabulkan do’a ini dan Maha Berkuasa atas segala sesuatu. Tidaklah ada seorang yang menentang dakwah yang haq ini, melainkan Allah pasti akan mebinasakannya. Karena Allah akan selalu membela orang-orang yang beriman (yang membela agamaNya).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karenanya, seluruh model dakwah apapun (di muka bumi ini) yang berusaha menghalang-halangi, menentang, dan merintangi dakwah salafiyah, usaha mereka pasti sia-sia dan gagal. Bahkan yang mereka dapatkan hanyalah kerugian dan penyesalan. Sedangkan Allah senantiasa membela dan menolong dakwah salafiyah ini, karena Allah pasti akan menolong orang-orang yang membela agamaNya, sebagaimana firmanNya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Artinya : Sesungguhnya Allah pasti menolong orang yang menolong (agama)Nya. Sesungguhnya Allah benar-benar Maha Kuat lagi Maha Perkasa” [Al-Hajj : 40]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demikianlah, akhirya saya cukupkan jawaban saya sampai di sini. Saya berharap bisa bertemu dengan kalian pada kesempatan yang lain, insya Allah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[Disalin dari majalah As-Sunnah Edisi 01/Tahun X/1427H/1426. Diambil dari Muhadharah Syaikh Dr Muhammad bin Musa Alu An-Nashr di Masjid Al-Karim, Pabelan, Surakarta, Ahad 19 Februari 2006, Diterjemahkan oleh Abu Abdillah Arief Budiman bin Utsman Rozali]&lt;br /&gt;_________&lt;br /&gt;Foote Note&lt;br /&gt;[1]. Berdasarkan hadits Iftiraqul ummah (perpecahan umat) yang shahih dan masyhur, yang dikeluarkan oleh Abu Daud 4/197-198 no. 4597, At-Tirmidzi 5/25-26 no. 2640 dan 2641. Ahmad 2/332, 3/120 dan 145, 4/102, Ibnu Majah 2/1231-1232 no. 3991-3993 dari hadits Abu Hurairah dan Auf bin Malik Radhiyallahu ‘anhu, dan lain-lain yang sdi salah satu lafazh akhir hadits-haditsnya adalah. “Mereka adalah al-jama’ah” dan ‘(Yaitu) mereka seperti apa yang aku dan para sahabatku berada di atasnya”. Hadits ini dishahihkan oleh Syaikh Muhamamd Nashiruddin Al-Albani Rahimahullah di dalam Ash-Shahihah 3/480 dan kitab-kitab beliau lainnya.&lt;br /&gt;[2]. Hadits Riwayat Muslim 3/1523 no. 1920 dari hadits Tsauban Radhiyallahu ‘anha, dan yang semakna dengannya diriwayatkan oleh Al-Bukhari 2/2667 no. 6881 dari hadits Al-Mughirah bin Syu’bah Radhiyallahu ‘anhu dan lain-lain.&lt;br /&gt;[3]. Syaikh Dr Muhammad bin Musa Alu An-Nashr memang mengulangi kata-katanya ini dua kali.&lt;br /&gt;[4]. Demikian yang Syaikh Dr Muhammad bin Musa Alu An-Nashr sampaikan. Mungkin yang beliau maksud adalah Ruqayah binti Rasulillah Shallallahu ‘alaihi wa sallam, karena Fatimah Radhiyallahu ‘anha meninggal sekitar setengah tahun setelah Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam wafat, sebagaimana yang telah diketahui dan telah banyak keterangannya di dalam kitab-kitab tarajim (biografi) para sahabat. Lihat Taqrib at Tahdzib, hal. 1367 no. 8749.&lt;br /&gt;[5]. Hadits Riwayat Ath-Thabrani di dalam Al-Mu’jam Al-Ausath 6/41 no. 5736 dan lain-lain. Hadits ini pernah diucapkan Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam ketika putri beliau Zainab meninggal, sebagaimana dalam Musnad Al-Imam Ahmad 1/237 dan 335 no. 2127 dan 3103 dan lain-lain. Juga ketika putra beliau Ibrahim meninggal sebagaimana dalam Al-Mu’jam Al-Kabir 1/286 no. 837 dan lain-lain. Al-Imam Adz-Dzhahabi di dalam Siyar A’lam An-Nubala 2/252, beliau membawakan biografi Ruqayah Radhiyalahu ‘anha, beliau menghukumi hadsits ini dan berkata ‘Munkar’.&lt;br /&gt;Syaikh Salim bin Id Al-Hilali –hafizhahullah- di dalam kitabnya (Bashra-iru dzawi asy-Syaraf bi Marwiyati Manhaj As-Salaf) hal.18 berkata : ‘Telah diriwayatkan dari Nabi Shallallahu ‘alaihi wa salam sabdanya kepada putri beliau Ruqayah, tatkala ia meninggal ...’ lalu beliaupun (Syaikh Salim bin Id Al-Hilali) membawakan hadits ini. Kemudian beliau komentari pada catatan kaki : ‘Dhaif, dikeluarkan oleh Al-Imam Ahmad 1/237 dan 335 dan Ibnu Sa’ad di dalam Ath-Thabaqat 8/37 dan hadits ini dipermasalahkan oleh syaikh kami –rahimahullah- di dalam Adh-Dha’ifah no. 1715, karena terdapat (di sanadnya) Ali bin Zaid bin Jud’an”.&lt;br /&gt;Dan Ali bin Zaid bin Jud’an adalah perawi yang dhai’f. Lihat Taqrib at Tahdzib, hal.696 no. 4768.&lt;br /&gt;Atau, mungkin yang dimaksud oleh beliau (Syaikh Dr Muhammad bin Musa Alu An-Nasr) adalah justru perkataan Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam kepada putri beliau Fathimah Radhiyallahu ‘anha, ketika beliau (Rasulullah) menjelang wafat. Jika ini yang dimaksud, maka haditsnya adalah muttafaq ‘alaih, dikeluarkan oleh Al-Bukhari 5/2317 no. 5928 dan Muslim 4/1904 no. 2450 dari Aisyah Radhiyallahu ‘anha, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda.&lt;br /&gt;“Artinya : Sesungguhnya aku adalah sebaik-baik pendahulu bagimu”.&lt;br /&gt;Dan lafazh hadits ini lafazh Shahih Muslim.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber : http://almanhaj.or.id/index.php?action=more&amp;article_id=1814&amp;bagian=0&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4045915195990991087-865546842337990578?l=www.muslim-utami.co.cc' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://www.muslim-utami.co.cc/2010/08/ahlus-sunnah-dan-terorisme.html</link><author>noreply@blogger.com (Muslim Utami)</author><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink='false'>tag:blogger.com,1999:blog-4045915195990991087.post-7292365511544031337</guid><pubDate>Tue, 31 Aug 2010 23:22:00 +0000</pubDate><atom:updated>2010-09-01T07:24:54.425+08:00</atom:updated><title>Apa Hukum Shalat 'Ied ?</title><description>Apa Hukum Shalat 'Ied ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh&lt;br /&gt;Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertanyaan&lt;br /&gt;Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin ditanya : Apa hukum shalat Ied ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jawaban&lt;br /&gt;Yang saya pahami bahwa shalat â€˜ied adalah fardhu aâ€™in, sehingga tidak boleh bagi kaum laki-laki untuk meninggalkannya. Mereka harus menghadirinya, karena Nabi Shallallahu â€˜alaihi wa sallam memerintahkannya, bahkan beliau juga memerintahkan para gadis pingitan untuk ikut keluar menuju shalat â€˜ied. Bahkan beliau juga memerintahkan orang yang haidh untuk datang juga meskipun mereka harus menjauh dari tempat shalat. Hal ini menunjukkan pentingnya perkara tersebut. Pendapat yang saya sebutkan inilah yang raji dan diambil oleh Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah rahimahullah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tetapi sebagaimana shalat Jumâ€™at jika tidak mengerjakannya, seseorang tidak perlu mengqadhanya, sebab tidak ada dalil yang menunjukkan kewajibannya. Ia tidak harus melakukan shalat apapun sebagai penggantinya, karena shalat Jumâ€™at jika ketinggalan mengerjakannya maka penggantinya adalah shalat dhuhur. Karena ia adalah waktu dhuhur. Adapun jika ketinggalan shalat â€˜ied maka ia tidak usah diqadha.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nasehat saya untuk saudaraku kaum muslimin hendaknya bertaqwa kepada Allah, melaksanakan shalat ini yang berisi kebaikan dan doâ€™a, dan bertemunya manusia satu dengan yang lainnya, serta menumbuhkan rasa kasih sayag dan cinta. Sekiranya manusia diundang untuk menghadiri permainan tentu anda akan melihat mereka bersegera untuk mendatanginya, lalu bagaimana jika yang memanggil mereka adalah Rasulullah Shallallahu â€˜alaihi wa sallam untuk melakukan shalat ini yang dengannya mereka mendapatkan pahala Allah Subhanahu wa Taâ€™ala sesuai dengan janjinya kepada mereka ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang perlu diperhatikan bagi wanita yang pergi menuju shalat â€˜ied, mereka harus menjauhi tempat para lelaki, hendaknya mereka berada di bagian belakang tempat shalat yang jauh dari lelaki, dan jangan keluar dalam kondisi berhias ataupun bertabarruj (menampakkan auratnya), hal ini sebagaimana terjadi pada zaman Rasul ketika beliau memerintahkan kaum wanita untuk ikut keluar menuju tempat shalat, ada yang berkata :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;â€œYa, Rasulullah, di antara kami ada yang tidak mempunyai jilbabâ€. Beliau menjawab : â€œHendaknya temannya meminjamkan jilbabnya padanyaâ€ [1]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jilbab yaitu baju panjang atau sejenis mantel. Hal ini menunjukkan kewajiban wanita untuk memakai jilbab jika keluar rumah, karena ketika Rasulullah ditanya tentang wanita yang tidak mempunyai jilbab beliau tidak mengatakan hendaklah ia keluar dengan pakaian semampunya, tetapi beliau mengatakan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;â€œHendaknya saudarinya meminjamkan jilbabnyaâ€&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan bagi imam shalat â€˜ied jika berkhutbah di depan kaum lelaki hendaknya juga mengkhususkan khutbah di depan kaum wanita jika mereka tidak mendengar khutbah di depan kaum lelaki. Tetapi jika mereka bisa mendengarkannya maka hal ini cukup. Hanya yang lebih utama dalam penghujung khutbah menyinggung khusus hukum hukum wanita sebagai nasihat dan untuk mengingatkan mereka, sebagaimana yang diperbuat Nabi Shallallahu â€˜alaihi wa sallam ketika beliau berkhutbah â€˜ied pada kaum lelaki lalu beliau berjalan menuju kaum wanita, lalu menasehati dan mengingatkan mereka&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[Disalin dari kitab Majmuâ€™ Fatawa Arkanil Islam, edisi Indonesia Majmu Fatawa Solusi Problematika Umat Islam Seputar Akidah dan Ibadah, Penulis Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin, Penerbit Pustaka Arafah]&lt;br /&gt;_________&lt;br /&gt;Foote Note&lt;br /&gt;[1]. Hadits Riwayat Bukhari, Kitab Haidh, bab wanita haidh menghadiri shalat dua hari raya dan doâ€™a kaum muslimin (324), Muslim, Kitab Shalat â€˜iedain, bab kebolehan wanta keluar pada dua hari raya (890)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber : http://almanhaj.or.id/index.php?action=more&amp;article_id=1628&amp;bagian=0&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4045915195990991087-7292365511544031337?l=www.muslim-utami.co.cc' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://www.muslim-utami.co.cc/2010/08/apa-hukum-shalat-ied.html</link><author>noreply@blogger.com (Muslim Utami)</author><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink='false'>tag:blogger.com,1999:blog-4045915195990991087.post-2754376966825917575</guid><pubDate>Tue, 31 Aug 2010 23:21:00 +0000</pubDate><atom:updated>2010-09-01T07:22:17.691+08:00</atom:updated><title>Apakah Syarat Wajibnya Zakat ?</title><description>APAKAH SYARAT WAJIBNYA ZAKAT?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh&lt;br /&gt;Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertanyaan&lt;br /&gt;Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin ditanya : Apakah syarat wajibnya zakat ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jawaban&lt;br /&gt;Syarat wajibnya zakat adalah : Islam, merdeka, memiliki (mencapai)nishab dan tetatpnya harta, serta telah lewat satu tahun kecuali pada zakat Mu’syirat (buah atau bijian).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adapun Islam : Karena seorang kafir tidak diwajibkan membayar zakat, tidak diterima darinya kalau dia mengeluarkan hartanya dengan nama zakat, berdasarkan firman Allah Subhanahu wa Ta’ala.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Artinya : Dan tidak ada yang menghalangi mereka untuk diterima dari mereka nafkah-nafkahnya melainkan karena mereka kafir kepada Allah dan RasulNya dan mereka tidak mengerjakan sembahyang, melainkan dengan malas dan tidak (pula) menafkahkan (harta) mereka, melainkan dengan rasa enggan” [At-Taubah : 54]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akan tetapi pernyataan kami bahwa zakat tidak diwajibkan atas orang kafir dan tidak sah (diterima zakat) darinya tidak berarti bahwa dia akan dimaafkan dari dosa itu di akhirat, bahkan dia akan disiksa karenanya, berdasarkan firman Allah Subhanahu wa Ta’ala.&lt;br /&gt;“Artinya : Tia-tiap diri bertanggung jawab atas apa yang telah dia perbuat, kecuali golongan kanan, berada di dalam surga, mereka saling bertanya, tentang (keadaan) orang-orang yang berdosa, “Apakah yang memasukkan kalian ke dalam Saqar (neraka)?”, Mereka menjawab, “Kami dahulu tidak termasuk orang-orang yang mengerjakan shalat, dan kami tidak (pula) memberi makan orang miskin, dan adalah kami membicarakan yang batil bersama orang-orang yang membicarakannya, dan adalah kami mendustakan hari pembalasan, hingga datang kepada kami kematian” [Al-Muddatstsir : 38-47]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ini menunjukkan bahwa orang-orang kafir disiksa disebabkan pelanggaran mereka terhadap cabang-cabang ajaran Islam, sedangkan dia seperti itu pula.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sedangkan Merdeka : Sebab seorang budak tidak memiliki harta, karena harta si budak adalah milik tuannya, berdasarkan sabda Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Artinya : Barangsiapa yang menjual budak yang memiliki harta maka hartanya itu menjadi milik penjualnya, kecuali bila si pembeli mempersyaratkannya” [1]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sehingga dia –kalau begitu- bukanlah si pemilik harta yang menjadikannya terbebani kewajiban zakat, apabila ditakdirkan bahwa seorang hamba sahaya mempunyai kepemilikan harta maka sungguh hartanya itu pada akhirnya akan kembali kepada majikannya, karena sang majikan berhak mengambil apa yang ada di tangannya, dengan dalil ini maka di dalam kepemilikannya terdapat kekurangan, tidak tetap sebagaimana tetapnya harta orang merdeka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adapun memiliki (mencapai) Nishab : Maknanya adalah bahwa terdapat pada seseorang harta yang mencapai nishab sesuai dengan yang ditentukan oleh syari’at, yang berbeda-beda sesuai perbedaan jenis harta, apabila tidak didapati pada seseorang harta yang mencapai nishab maka tidak ada kewajiban zakat atasnya, karena hartanya dianggap sedikit tidak cukup untuk menolong lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nishab untuk binatang ternak didasarkan atas ukuran permulaan dan akhir (batas bawah dan batas atas) sedangkan untuk selainnnya didasarkan atas ukuran awal (batas bawah) sedangkan tambahannya dihitung berdasar kelipatannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sedangkan lewatnya waktu setahun (Haul) : Adalah karena wajibnya zakat pada harta yang kurang dari setahun berakibat buruk pada orang-orang kaya, sedangkan pewajiban zakat pada saat lebih dari setahun mengakibatkan keburukan pada hak-hak orang yang berhak mendapat zakat (ahli zakat). Dalam kaitan itu dengan haul (waktu setahun) akan menyeimbangkan antara hak orang kaya dan hak ahli zakat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berdasrkan itu, seandainya seorang manusia mati misalnya, atau hartanya bangkrut sebelum genap setahun (haul), gugurlah kewajiban zakat, kecuali bila termasuk hal yang dikecualikan dari genapnya haul, yakni tiga macam ; laba perniagaan, hasil binatang ternak, dan mu’syirat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Laba perniagaan haulnya adalah haul pokoknya, sedangkan hasil binatang ternak haul hasilnya adalah haul induknya, adapun mu’syirat haulnya adalah saat memanennya, mu’syirat adalah biji-bijian dan buah-buahan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[Disalin dari kitab Majmu Fatawa Arkanil Islam, edisi Indonesia Majmu Fatawa Solusi Problematika Umat Islam Seputar Akidah dan Ibadah, Penulis Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin, Penerbit Pustaka Arafah]&lt;br /&gt;__________&lt;br /&gt;Foote Note&lt;br /&gt;[1]. Hadits ini diriwayatkan oleh Bukhari : Kitab Al-Masaqat/Bab Seorang lelaki yang memilki tempat lewat atau tempat minum di tembok pekarangannya atau kebun kurma (2379). Muslim : Kitab Al-Buyu/Bab Orang yang menjual pohon-pohon korma yang berbuah (1543) (80)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber : http://almanhaj.or.id/index.php?action=more&amp;article_id=1962&amp;bagian=0&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4045915195990991087-2754376966825917575?l=www.muslim-utami.co.cc' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://www.muslim-utami.co.cc/2010/08/apakah-syarat-wajibnya-zakat.html</link><author>noreply@blogger.com (Muslim Utami)</author><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink='false'>tag:blogger.com,1999:blog-4045915195990991087.post-8306226758501635775</guid><pubDate>Tue, 31 Aug 2010 23:20:00 +0000</pubDate><atom:updated>2010-09-01T07:21:04.935+08:00</atom:updated><title>Apakah Sedekah Dan Zakat Hanya Dikhususkan Pada Bulan Ramadhan Saja ?</title><description>APAKAH SEDEKAH DAN ZAKAT HANYA DIKHUSUSKAN PADA BULAN RAMADHAN SAJA ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh&lt;br /&gt;Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertanyaan.&lt;br /&gt;Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin ditanya : Apakah sedekah dan Zakat hanya dikhususkan pada bulan Ramadhan saja ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jawaban.&lt;br /&gt;Sedekah tidak hanya dikhususkan pada bulan Ramadhan saja, namun dia adalah amalan sunat dan disyariatkan di setiap waktu. Zakat diwajibkan atas manusia untuk mengeluarkannya apabila haul hartanya telah sempurna, tidak perlu menunggu Ramadhan, Ya Allah kecuali apabila Ramadhan telah dekat, misalnya haul hartanya pada bulan Sya'ban lalu dia menunggu sampai Ramadhan, maka ini tidak mengapa. Adapun jikalau haul hartanya jatuh pada bulan Muharram misalnya, dia tidak boleh menundanya sampai Ramadhan, tetapi boleh dia dahulukan pada bulan Ramadhan sebelum tibanya bulan Muharram, tidak mengapa hal itu dilakukan. Penundaan dari waktu wajibnya tidak boleh dilakukan, karena kewajiban yang terkait dengan suatu sebab, harus dinaikan ketika muncul sebabnya itu dan tidak boleh diakhirkan darinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Juga, seseorang tidak memiliki jaminan ketika mengakhirkan zakat dari waktu semestinya, dia tidak memiliki penjamin yang tetap ada sampai waktu yang dia akhirkan, kalau dia mati padahal ketika itu zakat masih tersisa dalam tanggungannya, sementara ahli waris tidak mengeluarkan harta untuk membayar zakat itu karena mereka tidak mengetahui bahwa ada beban zakat atas si mayit. Begitu pula sebab-sebab selain itu yang dikhawatirkan akan menimpa seseorang yang menganggap remeh pembayaran zakatnya, maka dia bisa menjadi pendurhaka dalam pembayaran zakat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sedengakan sedekah tidak ada waktu yang ditetapkan untuknya, setiap hari sepanjang tahun adalah waktunya. Akan tetapi manusia lebih memilih menjadikan waktu bersedekah dan berzakat mereka pada bulan Ramadhan karena itu adalah waktu yang utama, saat kedermawanan dan mulia. Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam adalah manusia yang paling dermawan, tetapi beliau menjadi lebih dermawan lagi di bulan Ramadhan, tatkala Jibril menjumpai beliau untuk bertadarus Al-Qur'an.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akan tetapi kita harus mengerti bahwa keutamaan zakat atau sedekah di bulan Ramadhan merupakan jenis keutamaan yang berkaitan dengan waktu, apabila tiada keutamaan lain yang menjadi tambahan di sana maka di saat itu lebih utama dari pada waktu yang lain. Adapun jika disana terdapat keutamaan lain yang melebihi keutamaan waktu seperti orang-orang fakir sangat membutuhkan sedekah/zakat di suatu saat â€“selain Ramadhan- maka tidak sepantasnya dia mengakhirkan sedekahnya sampai bulan Ramadhan, yang selayaknya dia lakukan adalah selalu memperhatikan waktu dan masa yang lebih bermanfaat bagi orang-orang fakir, lalu dia mengeluarkan sedekahnya pada saat itu, biasanya orang-orang fakir membutuhkan sedekah di luar bulan Ramadhan daripada di dalam bulan Ramadhan ; karena di bulan Ramadhan sedekah dan zakat banyak didapati oleh orang-orang fakir sehingga mereka bisa mencukupi kebutuhannya dengan apa yang diberikan kepada mereka. Akan tetapi mereka sangat membutuhkan hal itu di sisa hari dalam satu tahun. Inilah masalah yang seyogyanya diperhatikan oleh manusia, sehingga dia tidak lebih mendahulukan waktu utama di atas segala keutamaan yang lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[Disalin dari kitab Majmu Fatawa Arkanil Islam, edisi Indonesia Majmu Fatawa Solusi Problematika Umat Islam Seputar Akidah dan Ibadah, Penulis Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin, Penerbit Pustaka Arafah]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber : http://almanhaj.or.id/index.php?action=more&amp;article_id=1166&amp;bagian=0&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4045915195990991087-8306226758501635775?l=www.muslim-utami.co.cc' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://www.muslim-utami.co.cc/2010/08/apakah-sedekah-dan-zakat-hanya.html</link><author>noreply@blogger.com (Muslim Utami)</author><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink='false'>tag:blogger.com,1999:blog-4045915195990991087.post-140231854023999681</guid><pubDate>Mon, 30 Aug 2010 08:13:00 +0000</pubDate><atom:updated>2010-08-30T16:16:22.972+08:00</atom:updated><title>Yang Boleh Dilakukan Oleh Orang Yang Puasa</title><description>YANG BOLEH DILAKUKAN OLEH ORANG YANG PUASA&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh&lt;br /&gt;Syaikh Salim bin 'Ied Al-Hilaaly&lt;br /&gt;Syaikh Ali Hasan Ali Abdul Hamid&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seorang hamba yang taat serta paham Al-Qur'an dan Sunnah tidak akan ragu bahwa Allah menginginkan kemudahan bagi hamba-hamba-Nya dan tidak menginginkan kesulitan. Allah dan Rasul-Nya telah membolehkan beberapa hal bagi orang yang puasa, dan tidak menganggapnya suatu kesalahan jika mengamalkannya. Inilah perbuatan-pebuatan tersebut beserta dalil-dalilnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[1]. Memasuki Waktu Subuh Dalam Keadaan Junub&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di antara perbuatan Shallallahu 'alaihi wa sallam adalah masuk fajar dalam keadaan junub karena jima' dengan isterinya, beliau mandi setelah fajar kemudian shalat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari Aisyah dan Ummu Salamah Radhiyallahu 'anhuma.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Artinya : Sesungguhnya Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam memasuki waktu subuh dalam keadaan junub karena jima' dengan isterinya, kemudian ia mandi dan berpuasa" [Hadits Riwayat Bukhari 4/123, Muslim 1109]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[2]. Bersiwak&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Artinya : Seandainya tidak memberatkan umatku, niscaya aku suruh mereka untuk bersiwak setiap kali wudlu" [Hadits Riwayat Bukhari 2/311, Muslim 252 semisalnya].&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam tidak mengkhususkan bersiwak untuk orang yang puasa ataupun yang lainnya, hal ini sebagai dalil bahwa bersiwak itu diperuntukkan bagi orang yang puasa dan selainnya ketika wudlu dan shalat. [Inilah pendapat Bukhari Rahimahullah, demikian pula Ibnu Khuzaimah dan selain keduanya. Lihat Fathul Bari 4/158, Shahih Ibnu Khuzaimah 3/247, Syarhus Sunnah 6/298]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demikian pula hal ini umum di seluruh waktu sebelum zawal (tergelincir matahari) atau setelahnya. Wallahu 'alam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[3]. Berkumur Dan Istinsyaq&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena beliau Shallallahu 'alaihi wa sallam berkumur dan beristinsyaq (memasukkan air ke hidung) dalam keadan puasa, tetapi melarang orang yang berpuasa berlebihan ketika beristinsyaq.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Artinya : ... Bersungguh-sungguhlah dalam beristinsyaq kecuali dalam keadaan puasa" [1]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[4]. Bercengkrama Dan Mencium Isteri&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aisyah Radhiyallahu 'anha pernah berkata.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Artinya : Adalah Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam pernah mencium dalam keadaan berpuasa dan bercengkrama dalam keadaan puasa, akan tetapi beliau adalah orang yang paling bisa menahan diri" [Hadits Riwayat Bukhari 4/131, Muslim 1106]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kami pernah berada di sisi Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam, datanglah seorang pemuda seraya berkata, "Ya Rasulullah, bolehkah aku mencium dalam keadaan puasa ?" Beliau menjawab, "Tidak". Datang pula seorang yang sudah tua dan dia berkata : "Ya Rasulullah, bolehkah aku mencium dalam keadaan puasa ?". Beliau menjawb : "Ya" sebagian kami memandang kepada teman-temannya, maka Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda : "Sesungguhnya orang tua itu (lebih bisa) menahan dirinya".[2]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[5]. Mengeluarkan Darah dan Suntikan Yang Tidak Mengandung Makanan[3]&lt;br /&gt;Hal ini bukan termasuk pembatal puasa, lihat pada pembahasan halaman 50.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[6]. Berbekam&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dahulu berbekam merupakan salah satu pembatal puasa, namun kemudian dihapus dan telah ada hadits shahih dari Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam, bahwa beliau berbekam ketika puasa. Hal ini berdasarkan riwayat dari Ibnu Abbas Radhiyallahu 'anhuma.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Artinya : Sesungguhnya Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam berbekam, padahal beliau sedang berpuasa" [Hadits Riwayat Bukhari 4/155-Fath, Lihat Nasikhul Hadits wa Mansukhuhu 334-338 karya Ibnu Syahin]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[7]. Mencicipi Makanan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal ini dibatasi, yaitu selama tidak sampai di tenggorokan berdasarkan riwayat dari Ibnu Abbas Radhiyallahu 'anhuma.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Artinya : Tidak mengapa mencicipi sayur atau sesuatu yang lain dalam keadaan puasa, selama tidak sampai ke tenggorokan" [Hadits Riwayat Bukhari secara mu'allaq 4/154-Fath, dimaushulkan Ibnu Abi Syaibah 3/47, Baihaqi 4/261 dari dua jalannya, hadits ini Hasan. Lihat Taghliqut Ta'liq 3/151-152]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[8]. Bercelak, Memakai Tetes Mata Dan Lainnya Yang Masuk Ke Mata&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Benda-benda ini tidak membatalkan puasa, baik rasanya yang dirasakan di tenggorokan atau tidak. Inilah yang dikuatkan oleh Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah dalam risalahnya yang bermanfaat dengan judul Haqiqatus Shiyam serta murid beliau yaitu Ibnul Qayim dalam kitabnya Zadul Ma'ad, Imam bukhari berkata dalam shahhihnya[4] : "Anas bin Malik, Hasan Al-Bashri dan Ibrahim An-Nakha'i memandang, tidak mengapa bagi yang berpuasa".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[9]. Mengguyurkan Air Ke Atas Kepala Dan Mandi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bukhari menyatakan dalam kitab Shahihnya[5] Bab : Mandinya Orang Yang Puasa, Umar membasahi [6] bajunya kemudian dia memakainya ketika dalam keadaan puasa. As-Sya'bi masuk kamar mandi dalam keadaan puasa. Al-Hasan berkata : "Tidak mengapa berkumur-kumur dan memakai air dingin dalam keadaan puasa".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam mengguyurkan air ke kepalanya dalam keadaan puasa karena haus atau kepanasan. [7]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[Disalin dari Kitab Sifat Shaum Nabi Shallallahu 'alaihi wa Sallam Fii Ramadhan, edisi Indonesia Sipat Puasa Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam oleh Syaikh Salim bin Ied Al-Hilaaly, Syaikh Ali Hasan Abdul Hamid, terbitan Pustaka Al-Haura, penerjemah Abdurrahman Mubarak Ata]&lt;br /&gt;_________&lt;br /&gt;Foote Note.&lt;br /&gt;[1]. Hadits Riwayat Tirmidzi 3/146, Abu Daud 2/308, Ahmad 4/32, Ibnu Abi Syaibah 3/101, Ibnu Majah 407, An-Nasaai no. 87 dari Laqith bin Shabrah, sanadnya SHAHIH.&lt;br /&gt;[2]. Hadits Riwayat Ahmad 2/185,221 dari jalan Ibnu Lahi'ah dari yazid bin Abu Hubaib dari Qaushar At-Tufibi darinya. Sanadnya dhaif karena dhaifnya Ibnu Lahi'ah, tetapi punya syahid (pendukung) dalam riwayat Thabrani dalam Al-Kabir 11040 dari jalan Habib bin Abi Tsabit dari Mujahid dari Ibnu Abbas, Habib seorang mudallis dan telah 'an-'anah, dengan syahid ini haditsnya menjadi hasan, lihat Faqih AL-Mutafaqih 192-193 karena padanya terdapat hadits dari jalan-jalan yang lain.&lt;br /&gt;[3]. Lihat Risalatani Mujizatani fiz Zakati washiyami hal.23 Syaikh Abdul Aziz bin Abdullah bin Baz Rahimahullah.&lt;br /&gt;[4]. (4/153-Fath) hubunan dengan Mukhtashar Shahih Bukhari 451 karya Syaikh kami Al-Albani Rahimahullah, dan Taghliqut Ta'liq 3/151-152.&lt;br /&gt;[5]. Lihat maraji' di atas&lt;br /&gt;[6]. Membasahi dengan air untuk mendinginkan badannya karena haus ketika puasa.&lt;br /&gt;[7]. Hadits Riwayat Abu Daud 2365, Ahmad 5/376,380,408,430 sanadnya shahih&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber : http://almanhaj.or.id/index.php?action=more&amp;article_id=1110&amp;bagian=0&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4045915195990991087-140231854023999681?l=www.muslim-utami.co.cc' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://www.muslim-utami.co.cc/2010/08/yang-boleh-dilakukan-oleh-orang-yang.html</link><author>noreply@blogger.com (Muslim Utami)</author><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink='false'>tag:blogger.com,1999:blog-4045915195990991087.post-4058498208265966844</guid><pubDate>Mon, 30 Aug 2010 08:03:00 +0000</pubDate><atom:updated>2010-08-30T16:10:46.627+08:00</atom:updated><title>Tidak Boleh Berbuat Curang Dalam Ujian</title><description>CURANG DALAM UJIAN &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh&lt;br /&gt;Syaikh Abdul Aziz bin Abdullah bin Baz&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertanyaan&lt;br /&gt;Syaikh Abdul Aziz bin Abdullah bin Baz ditanya : Apa hukum berbuat curang (menyontek) ketika ujian ? Saya lihat, banyak mahasiswa yang melakukan kecurangan lalu saya menasehati mereka, tapi mereka malah mengatakan “ ini tidak apa-apa”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jawaban&lt;br /&gt;Curang dalam ujian, ibadah atau mu’amalah hukumnya haram, berdasarkan sabda Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Artinya : Barangsiapa mencurangi kami maka bukan dari golongan kami” [Hadits Riwayat Muslim, kitab Al-Iman no 101]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Disamping itu, hal tersebut dapat menimbulkan banyak madharat baik di dunia maupun di akhirat. Maka seharusnya menghindari perbuatan tersebut dan saling mengingatkan untuk meninggalkannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[Al-Fatawa, Kitab Ad-Da’wah, hal. 157, Syaikh bin Baz]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;APAKAH HADITS, “BARANGSIAPA YANG MENCURANGI KAMI MAKA BUKAN DARI GOLONGAN KAMI” MENCAKUP PERKARA UJIAN?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertanyaan&lt;br /&gt;Syaikh Abdul Aziz bin Abdullah bin Baz ditanya : Saya seorang mahasiswa di sebuah perguruan tinggi di kota Riyadh, saya perhatikan sebagian mahasiswa melakukan kecurangan dalam ujian, terutama pada sebagian materi yang di antaranya materi bahasa inggris, ketika saya berdialog dengan mereka mengenai hal ini, mereka mengatakan, “Berbuat curang dalam mata pelajaran bahsa inggris tidak haram, sebagian Syaikh telah menfatwakan demikian”. Saya mohon penjelasan tentang masalah ini dan fatwa tersebut.&lt;br /&gt;Jawaban&lt;br /&gt;Telah disebutkan dalam sebuah hadits dari Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bahwa beliau bersabda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Artinya : Barangsiapa mencurangi kami maka bukan dari golongan kami” [Hadits Riwayat Muslim, kitab Al-Iman no 101]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ini mencakup semua bentuk kecurangan dalam mu’amalah dan ujian, mencakup pula materi bahasa inggris dan lainnya. Maka para mahasiswa dan mahasiswi tidak boleh berbuat curang dalam semua materi karena keumuman hadits tersebut. Hanya Allah lah sumber petunjuk.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[Al-Fatawa, Kitab Ad-da’wah, hal. 58, Syaikh Ibnu Baz]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;CURANG DALAM UJIAN BAHASA INGGRIS&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh&lt;br /&gt;Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertanyaan&lt;br /&gt;Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin ditanya : Apakah boleh berlaku curang dalam ujian, terutama dalam materi bahasa inggris yang dianggap tidak ada manfaatnya bagi para siswa?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jawaban&lt;br /&gt;Tidak boleh melakukan kecurangan dalam ujian, karena Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam telah bersabda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Artinya : Barangsiapa mencurangi kami maka bukan dari golongan kami” [Hadits Riwayat Muslim, kitab Al-Iman no 101]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lagi pula, hal itu mengandung madharat bagi umat, sebab jika para pelajar telah terbiasa berbuat curang, maka standard keilmuan mereka lemah, shingga secara umum umat ini tidak mapan peradabannya dan membutuhkan orang lain, dan tentunya dengan begitu kehidupan umat ini menjadi kehidupan yang sulit. Maka tidak ada perbedaan antara materi bahasa inggris dan materi lainnya, karena masing-masing materi itu memang dituntut dari para pelajar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adapun pernyataan penanya bahwa materi tersebut tidak bermanfaat, sama sekali tidak benar, karena terkadang materi itu memiliki manfaat yang besar. Bagaimana menurut anda, jika anda hendak mengajak suatu kaum untuk memeluk Islam sementara mereka hanya bisa berbahasa inggris? Bukankah dalam hal ini bahasa inggris sangat bermanfaat? Betapa banyak kondisi di mana kita berharap menguasai suatu bahasa yang bisa saling dimengerti bersama lawan bicara kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[Kitan Ad-Dakwah (5), Syaikh Ibnu Utsaimin 2/61]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;CURANG DALAM MATERI ILMU PASTI&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh&lt;br /&gt;Syaikh Abdullah bin Abdurrahman Al-Jibrin&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertanyaan&lt;br /&gt;Syaikh Abdullah bin Abdurrahman Al-Jibrin ditanya : Apa hukum berbuat curang dalam ujian bahasa inggris atau ilmu-ilmu pasti semacam matematika dan yang lainnya?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jawaban&lt;br /&gt;Tidak boleh berbuat curang dalam materi apapun, karena maksud ujian tersebut adalah untuk mengukur dan mengevaluasi kemampuan siswa dalam materi yang bersangkutan. Lain dari itu, kecurangan itu mengandung kemalasan dan penipuan serta bisa mendahulukan yang lemah daripada yang rajin. Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Artinya : Barangsiapa mencurangi kami maka bukan dari golongan kami” [Hadits Riwayat Muslim, kitab Al-Iman no 101]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Makna curang di sini mencakup semua perkara. Wallahu ‘alam&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[Fatawa Al-Mar’ah, Syaikh Ibnu Jibrin, hal. 111]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;TIDAK BOLEH BERBUAT CURANG DALAM UJIAN&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertanyaan&lt;br /&gt;Syaikh Abdullah bin Abdurrahman Al-Jibrin ditanya : Saya menyontek jawaban teman sekelas saat ujian dengan menempuh suatu cara yang memungkinkan, karena saya tidak tahu jawabannya. Bagaimana pendapat agama tentang hal ini?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jawaban&lt;br /&gt;Tidak boleh berbuat curang dalam ujian dan tidak boleh membantu orang yang curang dalam hal ini, baik dengan bisikan atau menujukkan jawaban kepada yang di sebelahnya untuk di contek atau dengan upaya-upaya lainnya, karena hal ini bisa menimbulkan madharat terhadap masyarakat, di mana berbuat yang curang itu telah mendapat predikat yang tidak berhak diraihnya, sehinga ia bisa memegang tugas yang tidak dikuasainya. Yang demikian itu akan menimbulkan madharat dan tipuan. Wallahu ‘alam&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[Fatawa Al-Mar’ah, Syaikh Ibnu Jibrin, hal.113]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[Disalin dari buku Al-Fatawa Asy-Syar’iyyah Fi Al-Masa’il Al-Ashriyyah Min Fatawa Ulama Al-Balad Al-Haram, edisi Indonesia Fatwa-Fatwa Terkini, Penerbit Darul Haq]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber : http://almanhaj.or.id/index.php?action=more&amp;article_id=125&amp;bagian=0&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4045915195990991087-4058498208265966844?l=www.muslim-utami.co.cc' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://www.muslim-utami.co.cc/2010/08/tidak-boleh-berbuat-curang-dalam-ujian.html</link><author>noreply@blogger.com (Muslim Utami)</author><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink='false'>tag:blogger.com,1999:blog-4045915195990991087.post-8177988870343626786</guid><pubDate>Tue, 24 Aug 2010 16:13:00 +0000</pubDate><atom:updated>2010-08-25T00:14:25.833+08:00</atom:updated><title>Terkait Rekrutmen Karyawan</title><description>Warga Ancam Demo Inco &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;MALILI - Sejumlah elemen masyarakat di Bumi Batara Guru mengancam akan melakukan aksi unjuk rasa, jika dalam rekruitmen tenaga kerja yang dilaksanakan pihak PT Inco saat ini, benar- benar tidak mengakomodir putra lokal, khususnya daerah pemberdayaan dan areal konsesi PT Inco.&lt;br /&gt;Desakan untuk memprioritaskan warga lokal dalam rekruitmen tenaga kerja pada PT Inco, itu telah digaungkan oleh beberapa komponen pemuda, jauh sebelum pemasukan berkas dilaksanakan. Maka dengan itu diharapkan kepada pihak manajemen PT Inco untuk dapat mendengar aspirasi dan merealisasikannya.&lt;br /&gt;Koordinator Forum Masyarakat Malili dan sekitarnya, Nasrum, mengatakan, selama ini PT Inco sangat jarang memperhatikan prestasi dari putra daerah yang tersebar di Luwu Timur, khususnya pada wilayah operasional PT Inco. “30 tahun perusahaan tambang nikel ini beraktivitas di Luwu Timur, namun hingga saat ini apresiasi terhadap anak lokal dan komponen lokal untuk ditempatkan ataupun bekerja di PT Inco peluangnya sangat kecil,” tegas Nasrum.&lt;br /&gt;Senada dengan itu, Muh Hasmunir dari Forum Pemuda Wasuponda juga menyerukan agar dalam rekruitmen yang dilakukan PT Inco saat ini dapat mengedepankan SDM lokal yang ada di sekitar daerah pemberdayaan. “Kami yakin bahwa SDM yang ada pada putra daerah saat ini benar-benar siap pakai, hanya jangan sampai karena adanya permainan di tingkat manajemen, sehingga mereka harus jadi penonton di rumah sendiri,“ seru Hasmunir. Ancaman bernada keras juga datang dari jaringan pemerhati masyarakat Towuti lewat ketuanya, Fahrul, yang meminta agar mereka yang diterima di PT Inco adalah representasi dari muatan lokal. “ Kami akan turun ke jalan jika tuntutan kami ini tidak ditanggapi oleh manajemen, puncaknya adalah ketika anak daerah nantinya tidak mendapat tempat yang layak dan porsi yang proporsional dalam rekruitmen. Rencananya ketiga komponen daerah pemberdayaan ini akan membentuk konsorsium bersama untuk mengawal rekruitmen dengan perjuangan dan misi yang diemban refresentasi muatan lokal yang pro pada masyarakat.(akm/rhm/d)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber : Palopo Pos Senin, 23 Agustus 2010&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4045915195990991087-8177988870343626786?l=www.muslim-utami.co.cc' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://www.muslim-utami.co.cc/2010/08/terkait-rekrutmen-karyawan.html</link><author>noreply@blogger.com (Muslim Utami)</author><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink='false'>tag:blogger.com,1999:blog-4045915195990991087.post-7119354463870371445</guid><pubDate>Sat, 14 Aug 2010 12:05:00 +0000</pubDate><atom:updated>2010-08-14T20:09:16.003+08:00</atom:updated><title>Iqro Club Cabang Luwu Timur Berpartisivasi  dalam Pesantren Kilat yang Digelar di SMA Negeri 2 Nuha.</title><description>Sumasang - Lembaga Iqra Club Cabang Luwu Timur , di Ruang Perpustakaan (Putri)  dan Ruang Kelas (Putra)  SMAN 2 Nuha, Selama dua Hari (Tanggal 14 – 15 Agustus 2010) .&lt;br /&gt;Kegiatan Pesantren Kilat ini diselenggarakan Mulai Hari Kamis 12 sampai dengan 16 Agustus 2010  di SMA Negeri 2 Nuha.&lt;br /&gt;Pesantren Kilat yang digelar bekerjasama OSIS SMAN 2 Nuha dengan Iqro Club cabang Luwu Timur dihadiri peserta yang masih duduk di Kelas X, XI, XII.&lt;br /&gt;Koordinator Daerah II, Iqra Club Luwu Timur, Zulfikar yang dihubungi menjelaskan dalam Pesantren Kilat, Menurutnya, Iqro Club merupakan organisasi yang bergerak di bidang pembinaan remaja muslim dan telah memiliki cabang di beberapa kota/kabupaten di seluruh Indonesia. "Kita bukan hanya bergerak di Luwu Timur, tapi tersebar di seluruh Indonesia, untuk memberikan bimbingan kepada siswa SMA dan MA,"&lt;br /&gt;"Juga diselingi dengan games-games yang melibatkan para peserta," kata Zulfikar tandasnya".                              (Muslim Utami)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4045915195990991087-7119354463870371445?l=www.muslim-utami.co.cc' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://www.muslim-utami.co.cc/2010/08/iqro-club-cabang-luwu-timur.html</link><author>noreply@blogger.com (Muslim Utami)</author><thr:total>0</thr:total></item></channel></rss>
