SOROWAKO - Pembangunan Rumah Susun Sederhana Disewakan (Rusunawa) yang berada di Desa Sorowako Kecamatan Nuha telah rampung pembangunannya sejak awal 2009 lalu dengan menelan biaya miliaran rupiah hingga saat ini belum juga berpenghuni. Bahkan Rusunawa yang terletak di tengah hutan, pinggir Danau Matano sudah tak terawat lagi. Padahal Rusunawa akan dihuni oleh sejumlah warga yang akan terelokasi di dua desa yakni warga Desa Sorowako dan warga Desa Nikel. Bahkan calon penghuni dari dua desa tersebut telah terdata semua dan mereka siap menempati tetapi juga sebgaian kecil warga menolak.
Dari pantauan Palopo Pos, Rusunawa yang dipersiapkan untuk masyarakat menengah ke bawah ini ternyata belum dihuni masyarakat. Pasalnya, fasilitas ruang kamar yang ada sangat sempit untuk satu keluarga. Selain itu kata warga, mereka enggan menempati Rusunawa karena letaknya sangat jauh dari kota/pasar Sorowako dan tidak adanya sarana transporatsi yang dapat digunakan.
Kepala Desa (Kades) Nikkel, Yusuf Pombatu, SE yang dihubungi beberapa waktu lalu terkait pendataan penduduk yang akan direlokasi ke Rusunawa mengatakan, warga Desa Nikel yang terkena relokasi di sekitar pinggir danau telah terdata semua bahkan mereka telah siap direlokasi ke Rusunawa. Hanya saja sebagian kecil warga yang menolak dengan alasan bahwa mereka adalah keluarga besar, sementara kamar Rusunawa sangat sempit.
''Memang ada warga yang menolak menempati Rusunawa tersebut tetapi hanya sebagian kecil, itupun bagi yang keluarga besar," jelas Yusuf.
Senada yang diungkapkan Kades Sorowako, Manase, SE saat dikonfirmasi beberapa waktu lalu. Menurutnya, sejumlah warga Desa Sorowako yeng bermukim di sepanjang pinggir Danau Matano telah siap direlokasi dan yang menjadi kendala hanya masalah waktu saja, mereka juga siap mengikuti aturan pemerintah dengan membongkar rumahnya di pinggir danau.(sul/rhm)
Sumber : Palopo Pos
Edisi : Selasa, 14 Sep 2010


Terdapat 0 komentar:
Poskan Komentar